BanjarmasinPost/
Home »

Bisnis

» Mikro

Ekonomi dan Bisnis

Harga Beras Lokal Kalsel Belum Sesuai HET, Ini Penyebabnya

Harga eceran tertinggi (HET) beras yang sudah ditetapkan pemerintah melalui Kementrian Perdagangan (Kemendag) masih sulit diterapkan

Harga Beras Lokal Kalsel Belum Sesuai HET, Ini Penyebabnya
banjarmasinpost.co.id/acm
pedagang beras 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Harga eceran tertinggi (HET) beras yang sudah ditetapkan pemerintah melalui Kementrian Perdagangan (Kemendag) masih sulit diterapkan menyeluruh di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Masih cukup banyak pedagang yang menjual beras curah dengan harga diatas HET yang diatur dalam Permendag.

Seperti beberapa pedagang di Pasar Kalindo dan Pasar Sederhana Banjarmasin, khususnya beras lokal Kalsel masih ada yang dijual diluar ketentuan HET.

Baca: Pengusaha Merasa Terancam, Pergub Kalteng untuk Sumbangan Pihak Ketiga Pun Kondisinya Begini

Dijelaskan seorang pedagang beras di Pasar Sederhana Syarkawi, bahkan ia belum mengetahui secara detil terkait aturan HET beras ini.

Di kiosnya beberapa jenis beras seperti unus mayang dijual Rp 11.000 perkilogram perliter. Sedangkan jika ukuran satu liter beras kurang lebih sama dengan 3/4 kilogram, maka satu kilogram beras jenis unus mayang berharga sekitar Rp 14.600.

"Kalau kami harga beras tergantung hasil panen petani, kalau kualitas beras bagus bisa sampai Rp 11.000 perliter, tapi kalau kurang bagus bisa Rp 10.000 saja perliter," kata Syarkawi.

Ia pun mengakui kualitas pasokan beras dari petani dan jenis beras sama pun tidak selalu konsisten kadang bagus dan kadang tidak.

Beberapa indikator yang menjadi penentu harga diantaranya ukuran butir beras, kebersihan beras, tingkat butir pecah dan usianya.

Baca: Waw Toilet Mewah dengan Lapisan Kulit Tas Louis Vuitton Dibanderol Rp 1,3 Miliar, Ada yang Mau Beli?

Halaman
12
Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help