BanjarmasinPost/
Home »

Kolom

» Tajuk

Ajari Tertib Berlalu Lintas

Operasi tersebut digelar untuk memberikan pembelajaran agar para pengendara bisa tertib berlalu lintas dan melengkapi surat-surat

Ajari Tertib Berlalu Lintas
BPost Cetak
Tajuk Bpost 

SUDAH 13 hari pelaksanaan Operasi Zebra Intan 2017 yang digelar jajaran kepolisian di lingkup Polda Kalsel. Dilaporkan setidaknya 14 ribuan tindakan penilangan telah dilakukan polisi terhadap para pelanggar lalu lintas.

Operasi tersebut digelar untuk memberikan pembelajaran agar para pengendara bisa tertib berlalu lintas dan melengkapi surat-surat kendaraan bermotor yang dipergunakan.

Berbagai pelanggaran pun ditemukan, mulai pengendara tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM), tidak membawa surat tanda nomor kendaraan bermotor (STNK), hingga kelengkapan bermotor seperti helm dan lainnya.

Hari ini, 14 November 2017, kegiatan ini dilaporkan akan berakhir. Tapi tidak berarti para pengguna kendaraan bermotor bisa bebas melakukan pelanggaran. Operasi penertiban yang dilakukan beberapa hari sebelumnya, seharusnya membuat mereka lebih sadar.

Operasi yang digelar selama 14 hari ini seharusnya memberikan penggambaran kepada pengguna kendaraan bermotor, kalau tindakan yang dilakuklan kepolisin semu bermuara pada upaya memberikan rasa aman dan keselamatan bagi mereka.

Harapan lainnya, pelaksaan operasi selama 14 hari ini mampu mengingatkan para pengguna kendaraan bermotor agar mereka memiliki SIM, membawa STNK, dan memeriksa kelengkapan kendaraan bermotornya sebelum mempergunakannya di jalan umum.

Jangan karena hanya punya uang dan mampu membeli kendaraan bermotor, sosok ‘si Boy’ seenaknya menjadi raja jalanan, tanpa memperhatikan kepentingan pengguna jalan lain.

Sikap seenaknya itu bisa saja menjadi penyebab munculnya kecelakaan lalu lintas, dan bisa merugikan, bahkan merenggut nyawa, para pengguna jalan lainnya.

Memang, tidak cukup hanya waktu 14 hari agar memberikan kesadaran bagi para pengguna kendaraan bermotor agar patuh dan taat berlalu lintas di jalan raya. Tindakan tegas pun memang wajib diberikan kepada pelanggar lalu lintas.

Sebaiknya, pembelajaran selalu taat terhadap aturan berlalu lintas bagi pengguna kendaraan bermotor harus bisa ditanamkan sejak dini. Bahkan, sejak anak-anak pun hal itu harus bisa dikenalkan.

Harus mengenakan helm saat ikut naik kendaraan bermotor bersama orangtua, atau tidak membawa anak ikut kebut-kebutan di jalan rata, bisa menjadi pintu masuk mengajarkan anak-anak menjadi pelaku tertib berlalu lintas.

Pihak kepolisian pun tidak mesti harus selalu memberikan tindakan tegas terhadap para pelajar yang ketahuan tidak memiliki SIM atau sembarangan menggunakan kendaraan bermotor. Tindakan jemput bola ke sekolah-sekolah harus terus menerus dilakukan.

Memberikan pelajaran kalau kepada para pelajar belum cukup umur dilarang membawa kendaraan bermotor ke sekolah, merupakan salah satu tindakan yang harus mendapat acungan jempol.

Jangan berharap pembelajaran agar pengguna kendaraan bermotor mau tertib berlalu lintas bisa dilakukan secara instan. Semua arus ditanamkan sejak dini. Salah satunya mendidik anak-anak kita sejak dini bagaimana tertib berlalu lintas. (*)

Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help