BanjarmasinPost/

Berita Tabalong

Armada Truk Semen dari Tanjung Tujuan Kalteng Tertahan di Tugu Obor, Ini Gara-garanya

Beberapa angkutan semen nampak terpakir di sekitaran tugu obor atau Monumen Tanjung Puri, Mabuun, Tabalong, Selasa (14/11/2017) sore.

Armada Truk Semen dari Tanjung Tujuan Kalteng Tertahan di Tugu Obor, Ini Gara-garanya
BANJARMASINPOST.co.id/dony usman
Truk semen dari Tanjung tertahan di Kelua, Selasa (14/11/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Beberapa angkutan semen nampak terpakir di sekitaran tugu obor atau Monumen Tanjung Puri, Mabuun, Tabalong, Selasa (14/11/2017) sore.

Pemandangan ini menjadi tak biasa karena hari-hari sebelumnya jarang terlihat ada angkutan semen yang berada di lokasi tersebut hingga sore.

Berdasarkan pantauan, angkutan semen yang berada di kawasan tersebut ada yang berupa truk fuso dan ada juga yang berupa tangki pembawa semen cair.

Sopir angkutan pun tampak ada yang istirahat di dalam mobilnya, ada juga yang hanya duduk-duduk sambil berbincang di kabin salah satu mobil.

Salah seorang sopir yang ditemui di lokasi, Widiyanto, mengatakan mereka terhenti di areal tersebut karena mendapat larangan untuk melintas.

"Tadi malam ada larangan untuk melewati Kelua, katanya dari polres," ujar Widiyanto yang diamini satu sopir lainnya.

Disampaikannya, sekarang ini adalah kali kedua dirinya membawa mobil tangki bermuatan semen cair dengan tujuan ke Kalteng.

Untuk rute yang dilalui saat ini pihaknya memang terpaksa harus melintas melewati Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong untuk menuju Kalteng.

Ini dikarenakan apabila mengambil rute melalui Banjarmasin, perjalanan menuju Kalteng tak bisa dilakukan karena ada jembatan di daerah Kalteng yang dalam perbaikan.

"Makanya terpaksa lewat Kelua, padahal bagi kami dengan lewat Kelua malah lebih jauh dan harus melewati jalanan sepi dari Buntok ke Palangka. Ini yang kedua kalinya mau lewat," ujarnya.

Namun karena mendapat larangan lewat Kelua dan kalau lewat Banjarmasin terkendala jembatan, akhirnya mereka terpaksa berhenti untuk menunggu kepastian.

Sejumlah sopir truk semen menunggu izin bisa melanjutkan perjalanan dari Tanjung, Kabupaten Tabalong, Kalsel, menuju Kalteng, Selasa (14/11/2017).
Sejumlah sopir truk semen menunggu izin bisa melanjutkan perjalanan dari Tanjung, Kabupaten Tabalong, Kalsel, menuju Kalteng, Selasa (14/11/2017). (BANJARMASINPOST.co.id/dony usman)

"Seharus kalau lancar seperti yang pertama, saat ini mungkin sudah sampai Palangkaraya, tapi karena larangan dan tidak ada solusi makanya terdiam di sini dari tadi malam. Bingung juga jadinya," ucapnya.

Terkait hal ini, Kapolres Tabalong AKBP Hardiono, yang dikonfirmasi lewat telepon, menyampaikan, saat ini melalui Forum Komunikasi Lalulintas Tabalong yang didalamnya ada Pemkab, Kodim dan Polres Tabalong, memang telah melakukan sosialisasi penertiban angkutan untuk disesuaikan dengan kelas jalan yang ada.

"Jalan Kelua kan berbeda tipenya, makanya untuk jenis yang besar kita sosialisasikan untuk menyesuaikan dengan tipe jalan. Jadi baru tahapan sosialisasi," katanya. (BANJARMASINPOST.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help