BanjarmasinPost/

Berita Banjarmasin

Dimaafkan IMI Kalsel, Sandy Bebas Ikut Kejuaraan Balap Motor

Berbagai pertimbangan serta potensi atlet, Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalimantan Selatan (Kalsel) beri maaf untuk Sandy.

Dimaafkan IMI Kalsel, Sandy Bebas Ikut Kejuaraan Balap Motor
Banjarmasinpost.co.id/Burhani Yunus
Rider Tabalong, Sandy Yuda Pratama 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Berbagai pertimbangan serta potensi atlet, Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalimantan Selatan (Kalsel) beri maaf untuk Sandy.

Kendati terbukti dan mengakui sudah menyalahi regulasi tanding Balap Motor pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Tabalong, Sandy nampaknya bisa bernapas lega karena IMI Kalsel dengan besar hati memberikan ampunan.

Ketua IMI Kalsel, Edy Sudharmaji menyatakan pencapoton dua medali emas atas Tabalong yang berawal dari pemalsuan dokumen atlet terkait regulasi usia pembalap yang dipalsukan.

Sandy yang kala itu membela tim balap motor tuan rumah Tabalong, dibuat tak berdaya setelah adanya protes dari peserta terkait batas usia pembalap, dimana ia dinyatakan menyalahi aturan karena memalsukan identitas usia untuk bisa bertanding di Kelas 125 CC perorangan dan beregu untuk Tabalong.

Baca: Umi Pipik Dikabarkan Menikah Siri dengan Sunu, Suci : Jangan Menjadi Duri di Antara Suami Istri

Akibat hal itu, dua medali emas yang diraih Tabalong langsung dicabut tim technical delegate. Tak sampai disana sanksi dari IMI rupanya juga mengancam sang pembalap tidak boleh ikut balapan selama 2 tahunm

Namun, IMI Kalsel rupanya memiliki pertimbangan sendiri, mengingat usia Sandy masih sangat potensial dan yang bersangkutan bersedia meminta maaf serta mengakui kesalahan, maaf pun diberikan oleh IMI Kalsel.

"Kita harus menghargai sikap Sandy yang sudah bersedia membuat pernyataan maaf dan mengakui kesalahannya, selain itu Tabalong kita nilai cukup legowo menerima pencabutan dua medali emasnya, jadi masalah kita anggap selesai seiring selesainya Porprov kemarin," kata Edy.

Baca: Ternyata Orang Ini yang Bongkar Hubungan Tersembunyi Umi Pipik dan Sunu, Sudah 3 Tahun

Mengedepankan potensi pembalap serta bakal yang dimiliki Sandy, menjadi alasan utama bagi IMI Kalsel untuk memberikan maaf, kendati pelanggaran sempat terjadi sebelumnya.

"Harap IMI Kalsel ke depan hal-hal semacam ini tak terjadi lagi, fair play harus diutamakan, karena akan sangat merugikan, baik pembalap atau daerah dimana atlet itu berasal," kata Edy.

Masih menurut Edy, alau sanksi sampai dikeluarkan, maka dipastikan tujuan penyelenggaraan Porprov akan sia-sia mengingat tujuan awalnya adalah mencari pembalap potensial berdasarkan skill yang dimilikinya, bukan karena teknologi kendaraannya.

"Anggap itu sudah berlalu, dan karena sudah ada permintaan maaf, kenapa tidak maaf kita berikan, kasihan pembalapnya yang memiliki potensi dan masih berusia cukup muda," kata Edy.(*)

Penulis: Burhani Yunus
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help