BanjarmasinPost/

Berita Kabupaten Banjar

Gulma Diirigasi Begitu Cepat Tumbuh. Ternyata Ada Yang Salah Dalam Pembersihannya

Pembersihan dilakukan dengan menutup pintu utama di Mandikapau sehingga sejak minggu (12/11) saluran irigasi langsung kering.

Gulma Diirigasi Begitu Cepat Tumbuh. Ternyata Ada Yang Salah Dalam Pembersihannya
banjarmasinpost.co.id/hari widodo
Ridwan memperlihatkan saluran Irigasi di kawasan Jingah Habang yang dikeringkan. 

BANJARMASINPOST. CO. ID. MARTAPURA - Pengeringan irigasi Riam Kanan saat ini memang mengundang tanya. Hanya dalam waktu dua bulan, irigasi sudah dipenuhi gulma seolah saluran irigasi tidak sungguh-subgguh dibersihkan.

Kali ini pun, pengeringan irigasi dikeluhkan pembudidaya ikan karena pengeringan dilakukan sekaligus.

Wakik Ketua Persatuan Pembudidaya Ikan Kabupaten Banjar, M Ridwan mengungkapkan, secara teknis ada yang tidak benar dalam pembersihan yang dilakukan saat ini sehingga hanya dalam waktu dua bulan gulma sudah kembali memenuhi saluran irigasi Riam Kanan.

Saat ini, pembersihan dilakukan langsung dengan menutup pintu utama di Mandikapau sehingga sejak minggu (12/11) kemarin saluran irigasi langsung kering.

Baca: Inilah Lagu yang Mempertemukan Umi Pipik dan Sunu Matta Band

Dengan cara demikian, gulma dan lumpur sempat kering sehingga saat digreder tidak tercabut dari dasar irigasi.

"Makanya gulma cemoat tumbuh dan ini sangat dikeluhkan pembudidaya ikan karena sebentar saja sudah kembali dilakukan pengeringan," katanya.

Menurutnya, dahulu pintu air ditutup bertahap hari pertama pintu air ditutup di km 14 Sungai Pering sehingga air diatas masih ada. Grederpun bekerja dan selesai dicabut gulma langsung dilarutkan dengan membuka pintu air di km 14.

Seorang ibu, memanfaatkan air yang tersisa di saluran irigasi di Jingah Habang, Martapura Kabupaten Banjar, untuk mencuci pakaian
Seorang ibu, memanfaatkan air yang tersisa di saluran irigasi di Jingah Habang, Martapura Kabupaten Banjar, untuk mencuci pakaian (banjarmasinpost.co.id/hari widodo)

Hari berikutnya, giliran ditutup pintu air Km 4,5 Sungai Gadung. Greder pun bekerja dan kemudiam gulma dialirkan dengan air lada saat pintu air di Sungai Gadung di Buka.

Baca: Jika Umi Pipik Benar Nikah Sama Sunu Matta Band, Siapakah Bidadari Surga Alm Uje? Begini Hadistnya

Terakhir barulah ditutup pintu air di Mandikapau. Dengan cara ini, air yang digelontorkan dari Mandikapau juga tidak banyak sehingga tidak mengganggu pasokan air ke Sungai Riam Kanan. Pengeringan pun, tidak begitu berdampak.

"Seperti ini pasokan air di Sungai Riam Kanan terganggu sehingga juga bisa menyebabkan budidaya ikan disana juga terancam," ungkap Ridwan.(wid)

Penulis: Hari Widodo
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help