BanjarmasinPost/

Mugabe Ingin sang Istri Jadi Presiden Gantikan Dirinya, Militer Ancam Kudeta

Rakyat dan militer Zimbabwe tidak akan pernah mengakui istri Presiden Robert Mugabe, Grace Mugabe, sebagai pemimpin mereka.

Mugabe Ingin sang Istri Jadi Presiden Gantikan Dirinya, Militer Ancam Kudeta
EPA/Guardian
Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe, akan merayakan ulang tahunnya yang ke-92 pada 27 Februari mendatang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, HARARE - Rakyat dan militer Zimbabwe tidak akan pernah mengakui istri Presiden Robert Mugabe, Grace Mugabe, sebagai pemimpin mereka.

Pernyataan itu dilontarkan oleh Direktur Pusat Studi Renaisans Afrika di Universitas Afrika Selatan, Shadrack Gutto.

Sebelumnya, Mugabe melakukan aksi pembersihan di internal kabinet maupun partai yang dipimpinnya, Zanu-PF, demi memuluskan jalan sang istri sebagai presiden.

Pembersihan itu membuat wakil sekaligus sekutu paling loyal Mugabe, Emmerson Mnangagwa, terdepak pekan lalu (6/11/2017).

Istri presiden Zimbabwe, Grace Mugabe
Istri presiden Zimbabwe, Grace Mugabe (ALEXANDER JOE/AFP via KOMPAS.com)

Tidak hanya mendepak, Mnangagwa yang saat ini mengasingkan diri ke Afrika Selatan menyebut Mugabe dan istrinya berusaha melenyapkan dia dan keluarganya.

Tindakan Mugabe ini membuat militer bereaksi.

Lewat Komandan Tentara Zimbabwe, Jenderal Constantino Chiwenga, militer mendesak agar Mugabe menghentikan pembersihan, atau militer akan mengambil langkah intervensi.

Oleh Gutto, ucapan Chiwenga sudah menjadi isyarat jelas bahwa Zimbabwe tidak akan pernah mengakui Grace sebagai pemimpin mereka.

Kepada kantor berita AFP, Gutto berujar jika Grace nekat untuk mengambil jabatan presiden dari suaminya, militer bakal melakukan kudeta.

Militer, ujar Gatto, akan mendongkel Grace dari kursi presiden, dan membiarkannya mengasingkan diri ke negara lain atau membunuhnya.

Halaman
12
Editor: Ernawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help