Kriminalitas Hulu Sungai Tengah

Satpol PP Sita Perangkat Karaoke Cafe Al Husna, Parah Pelanggaran yang Dilakukan Pemiliknya

Penyitaan dilakukan pada operasi yang dilakukan Senin (13/11/2017) malam, dipimpin Kepala Dinas Satpol PP

Satpol PP Sita Perangkat Karaoke Cafe Al Husna, Parah Pelanggaran yang Dilakukan Pemiliknya
Hanani
Satpol PP HST saat mengangkut perlengkapan karaoke caffe Al Husna Jalan PH M Noor Barabai Senin malam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), menyita seperangkat alat karaoke, terdiri sound sistem layar monitor dan amplipyer serta peralatan memutar musik di cafe Al Husna, Jalan Pangeran Muhammad Noor, Barabai, Hulu Sungai Tengah.

Penyitaan dilakukan pada operasi yang dilakukan Senin (13/11/2017) malam, dipimpin Kepala Dinas Satpol PP, Wahyuni, Kepala Operasional Kapten Barep, Camat Barabai serta anggota lainnya, sekitar pukul 11.15 Wita.

Selain menyita perangkat alat elektronik untuk karaoke tersebut, Satpol PP juga mensigel ruang karaoke di sekitar Caffe, dengan cara menyita kunci ruangan karena dinilai tak berizin dan mengganggu ketertiban warga sekitarnya.

Kepala dinas Satpol PP HST Mahyuni, kepada BPost Online menjelaskan, selain menerima laporan dan protes masyarakat sekitar, pihaknya sudah lama memantau aktivitas di Caffe yang buka sampai larut malam tersebut.

"Hasil investigasi kami, ternyata benar Caffe ada ruang karaoke ada DJ hoose music jua, sehingga seperti diskotek. Bahkan kami punya bukti gambar video para remaja dengan pakaian seksi berjoget dalam ruang karaoke. Ini sudah melanggar Perda tentang Ketertiban umum dan perizinan usaha," kata Mahyuni.

Disebutkan, selain dinilai mengganggu ketertiban umum, Caffe itu juga mempekerjakan anak di bawah umur, bahkan saat dilakukan razia ada yang tak punya KTP.

"Tiga bulan lalu, bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten Balangan, kami melakukan razia di ruang karaoke dengan langsung melakukan tes Urin. Saat itu salah satu di antaranya hasilnya positif mengandung narkoba," katanya.

Dijelaskan, pemerintah kabupaten tak melarang warganya membuka usaha apapun, asal tidak melanggar ketentuan dan ketertiban umum.

Juga bertanggungjawab atas pembinaan generasi muda, agar tak terjerumus hal negatif yang menjauhkan mereka dari nilai-nilai budaya lokal dan nilai keagamaan.

"Apalagi sampai merusak mental para remaja dengan narkoba," kata Wahyuni.

Mengenai barang yang disita, pihak pemilik caffe jelas Mahyuni diminta hadir hari ini, untuk menandatangani berita acara sekaligus penandatanganan perjanjian untuk menaati aturan, Sebab, Pemkab HST bisa saja menghentikan operasional caffe tersebut jika melanggar aturan.

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help