Serambi Ummah

Arba Mustamir : 5 Hal yang Dipercaya Bisa Menghindari Kesialan

Konon ini adalah hari datangnya 320.000 sumber penyakit dan marabahaya 20.000 bencana

Arba Mustamir : 5 Hal yang Dipercaya Bisa Menghindari Kesialan
banjarmasinpost.co.id/ibrahim ashabirin
Peziarah di Makam Datu Sanggul, Desa Tatakan, Kecamatan Tapin Selatan Kabupaten Tapin, Kalsel. 

 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Arba Mustamir, istilah yang digunakan untuk menyebut hari Rabu terakhir di bulan Safar masih diyakini sebagian kalangan masyarakat sebagai hari yang sakral.

Di sebagian masyarakat Banjar, tradisi memperingati Arba Mustamir pun masih dilakukan hingga saat ini.

Konon ini adalah hari datangnya 320.000 sumber penyakit dan marabahaya 20.000 bencana.

Maka rata-rata upacara yang dilaksanakan pada hari ini adalah bersifat tolak bala.

Karenanya menjadi semacam kebiasaan sebagian bagi masyarakat Banjar untuk melakukan hal-hal tertentu untuk menghindari kesialan pada hari itu, misalnya;

Baca: Ayo Mulai Pagi Ini Amalkan Makan Bawang Putih, Khasiatnya Pasti Bikin Kamu Ternganga

Baca: Anies Baswedan Bolehkan Monas untuk Kegiatan Agama, Begini Kata Ketua PBNU

1) Sholat sunnah mutlak disertai doa tolak bala,
2) Selamatan kampung, biasanya disertai dengan menulis wafak di atas piring kemudian dibilas dengan air, seterusnya dicampurkan dengan air di dalam drum supaya bisa dibagi-bagikan kepada orang banyak untuk diminum,
3) Mandi Safar untuk membuang sial, penyakit, dan hal-hal yang tidak baik. Mandi Safar ini menjadi atraksi wisata menarik di Kal-Teng yang dipromosikan. Mandi Safar ini merupakan tradisi masyarakat yang mendiami tepian sungai Mentaya,
4) Tidak melakukan atau bepergian jauh,
5) Tidak melakukan hal-hal yang menjadi pantangan, dan sebagainya.

Ambil contoh yang dilakukan sebagian masyarakat Tapin yang mengunjungi makam Datu Sanggul di Kecamatan Tapin Selatan pada Rabu (9/1/2012) lalu.

Banyaknya umat Islam mengunjungi Makam Datu Sanggul ini karena bertepatan dengan Arba Mustamir, yaitu hari Rabu terakhir Bulan Syafar yang bagi sebagian umat Islam diyakini sebagai hari sakral.

Umat Islam yang hadir di Makam Datu Sanggul itu mulai anak-anak, remaja bahkan puluhan PNS berbaju seragam turut hadir.

"Kami datang ke Makam Datu Sanggul ini berombongan sesama guru sekolah, sebab hari ini Arba Mustamir, kata orang Arba Mustamir ini bala diturunkan karena itu kami mengunjungi makam untuk menolak bala tersebut," jelas seorang PNS Tapin yang mengunjungi makam itu dikutip dari Bpost Online.

Sudah menjadi tradisi sebagian warga Tapin, setiap Arba Mustamir, mereka banyak mengunjungi makam, jelasnya lagi. (BANJARMASINPOST.co.id/rahmadhani)

Penulis: Rahmadhani
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help