BanjarmasinPost/

Serambi Ummah

Arba Mustamir Diyakini Turunnya Ribuan Bala, Begini Penjelasan Ketua PWNU Kalsel

Arba Mustamir atau Rebo Wekasan istilah yang digunakan untuk menyebut hari Rabu terakhir di bulan Safar masih diyakini sebagian kalangan

Arba Mustamir Diyakini Turunnya Ribuan Bala, Begini Penjelasan Ketua PWNU Kalsel
Banjarmasinpost.co.id/Sudarti
Kapolda Kalsel Brigjen Pol Rachmat Mulyana didampingi Ketua Tanfidziah PWNU Kalsel, HM Syarbani Haira (pegang plakat) foto bersama saat berkunjung ke Gedung Dakwah PWNU Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Arba Mustamir atau Rebo Wekasan istilah yang digunakan untuk menyebut hari Rabu terakhir di bulan Safar masih diyakini sebagian kalangan masyarakat sebagai hari yang sakral.

Di sebagian masyarakat Banjar, tradisi memperingati Arba Mustamir pun masih dilakukan hingga saat ini.

Di sebagian kalangan masyarakat Banjar, bulan Safar dianggap sebagai “bulan sial, bulan panas, bulan diturunkannya bala, dan bulan yang harus diwaspadai keberadaannya”.

Saol Arba Mustamir atau Rebo Wekasan ini, Ketua PWNU  Kalsel Syarbani Haira memiliki pandangan tersendiri seperti yang disampaikan kepada Bpost Online.

"Saya teringat penjelasan Ustadzuna Alhabib Taufiq bin Abdul Qodir Asseggaf, dari Pasuruan, sebagai berikut : Istilah Arba Mustamir, yang kebetulan hari ini adalah Rabu terakhir Bulan Shofar yang di Jawa dikenal dengan istilah Rabu Pungkasan, yang oleh sebagian ummat diyakini sebagian orang sebagai hari sial," kata dia.

Syarbani melanjutkan, dikisahkan dahulu orang-orang Jahiliyah Arab meyakini bahwa Akhir Rabu ini (Bulan Shofar) sebagai Hari Naas dan Hari Bala. Sehingga mereka menghentikan semua aktifitasnya. Toko ditutup, pekerjaan mereka tinggalkan, bahkan mereka menutup rumahnya rapat-rapat. Mereka tidak mau keluar rumah karena takut mendapatkan bala.

Mereka serba ketakutan. Maka Rasulullah SAW datang membawa agama rahmat ini, meniadakan hal yang seperti itu. Beliau SAW bersabda:

لَا عَدْوَى وَلَا طِيرَةَ وَلَا صَفَر

Tidak ada itu gara-gara si A akhirnya datang penyakit menular kepada yang lainnya. Tidak ada itu gara-gara burung ini atau itu akhirnya datang bala`, tidak ada pula gara-gara bulan Shofar.”

Karena itu, tidak boleh kita menyakini di hari itu akhirnya kita apes semuanya, tidak!

Halaman
123
Penulis: Rahmadhani
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help