BanjarmasinPost/

Serambi Ummah

Arba Mustamir Identik dengan Bulan Safar yang Dianggap Bulan Sial, Benarkah? Ini Penjelasannya

Arba Mustamir, istilah yang digunakan untuk menyebut hari Rabu terakhir di bulan Safar masih diyakini sebagian kalangan masyarakat

Arba Mustamir Identik dengan Bulan Safar yang Dianggap Bulan Sial, Benarkah? Ini Penjelasannya
Kaltrabu
KH Husin Naparin 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Di sebagian kalangan masyarakat Banjar, bulan Safar dianggap sebagai “bulan sial, bulan panas, bulan diturunkannya bala, dan bulan yang harus diwaspadai keberadaannya”.

Arba Mustamir, istilah yang digunakan untuk menyebut hari Rabu terakhir di bulan Safar masih diyakini sebagian kalangan masyarakat sebagai hari yang sakral.

Di sebagian masyarakat Banjar, tradisi memperingati Arba Mustamir pun masih dilakukan hingga saat ini.

Dikutip dari berbagai sumber, Safar adalah nama bulan kedua dalam kalender Islam atau kalender Hijriyah yang berdasarkan tahun Qomariyah (perkiraan bulan mengelilingi bumi). Safar berada diurutan kedua sesudah bulan Muharram.

Benarkah demikian?

Menurut KH Husin Naparin LC, Ketua MUI Kalsel, Sacar safar adalah nama bulan kedua sesudah Muharam dalam kalendar Islami (Hijriyah).

Sebagian masyarakat muslim warga Banjar beranggapan Safar bulan sial, sehingga banyak yang tidak berani melakukan aktivitas kehidupan di bulan ini, seperti mengadakan perkawinan, apabila dilanggar bisa jadi tidak harmonis dan berakibat perceraian.

Perempuan hamil selalu berdoa agar tidak melahirkan di bulan Safar, apabila melahirkan di bulan Safar, anak harus ditimbang, apabila tidak, dikhawatirkan menjadi nakal dan bodoh; tidak berani memulai membangun rumah, apabila dilanggar berakibat terjauh dari kedamaian; dan tidak berani memulai usaha, kalau dilanggar mengakibatkan kebangkrutan.

Berbeda dengan persepsi sebagian masyarakat Jawa Timur, yang beranggapan Safar bulan biasa; sebaliknya bagi mereka bulan sial adalah bulan Muharram (bulan Syura); sehingga mereka menunda hajatan ke bulan Safar.

Kepercayaan akan adanya kesialan di bulan Safar sudah ada sejak dahulu di kalangan bangsa Arab. Menurut Syekh Abdul Hamid Muhammad Ali Quds di dalam kitabnya Kanz An-Najah was- Surur, Li Ad’iyah allati Tasyrah As-Shudur: “Pada hari Rabu terakhir bulan Safar (Arba Mustamir) disetiap tahun turun 320.000 bala yang nantinya disebar kesepanjang tahun.

Halaman
12
Penulis: Rahmadhani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help