Berita Kotabaru

Cegah Praktik Pungli, Kantor Bea dan Cukai Kotabaru Launching Pelayanan Online

Terlebih dari sisi eksternal, lanjut dia, aplikasi simponi sangat bermanfaat. Selain kecepatan dan ketepatan

Cegah Praktik Pungli, Kantor Bea dan Cukai Kotabaru Launching Pelayanan Online
Banjarmasinpost.co.id/Helriansyah
Kepala KPPBC Kotabaru Bagus Sulistijono (duduk) saat memberikan sosialusasi simponi kepada mitra kerja. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Kotabaru Bagus Sulistijono mengungkapkan untuk efektifkan dan mengefesienkan pelayanan sejak 2016 telah memberlakukan sistem informasi pelayanan online (Simponi).

Dikemukakan Bagus dalam jumpa persnya, Rabu (15/11/2017) sebelum menyampaikan sosialisasi sekaligus melaunching aplikasi Simponi kepada puluhan mitra kerja di ruang rapat KPPBC Kotabaru.

Menurut Bagus, diakui saat ini pelayanan manual di KPPBC Kotabaru. Namun sejak penerapan pelayanan secara online di KPPBC, sistem tersebut lebih efektif dan efisien.

Baca: Pemerintah Sederhanakan Tarif Listrik, Pelaku UKM: Sama Saja Naik!

Bukan saja, memberikan kemudahan dalam pengontrolan baik pengguna jasa dan penyedia jasa. Akan tetapi, melalui simponi bisa dilakukan kapan dan dimana saja.

"Sangat efektif, kenapa. Dari sisi internal kami bisa memantau permohonan jauh-jauh hari. Kalau ada permohonan mengendap disatu sisi, kepala kantor pun sudah tahu," ujarnya.

Baca: Hasil Akhir PSIS Vs Persebaya - Skor 0-1, Satu Kaki Bajul Ijo ke Semifinal Liga 2

Terlebih dari sisi eksternal, lanjut dia, aplikasi simponi sangat bermanfaat. Selain kecepatan dan ketepatan, tapi juga dapat menekan biaya.

"Mengakses lewat handphone pun bisa. Bisa dibayangkan, KPPBC Kotabaru beda dengan di Priok. Pemohonnya ada di Serongga, Radio yang ditempuh waktu lima sampai enam jam," jelasnya.

Dulu pelayanan secara manual hanya bisa dilakukan dengan harus datang ke KPPBC. Namun berbeda dengan sekarang tidak.

"Jadi kami berpikir kenapa harus seperti itu. Maka dari itu kita kembangkan selain bagian hemat biaya dari sisi pengguna jasa," ucapnya.

Disinggung penerapan simponi salah satu upaya mencegah praktik pungli, Bagus tidak menepisnya.

"Benar itu salah satunya," ujar Bagus.

Penulis: Herliansyah
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help