BanjarmasinPost/

Berita Banjarbaru

Usai Makan Soto Banjar, GM Bandara Syamsudin Noor Sempat Lemes, Faktanya Mengejutkan

Akibat kejadian tersebut sejumlah mobil juga rusak tertimpa baliho. Kerusakan sudah didata dan kerugian materil akan diganti Bandara

Usai Makan Soto Banjar, GM Bandara Syamsudin Noor Sempat Lemes, Faktanya Mengejutkan
nia kurniawan
Lubang menganga pada plafon terminal kedatangan Bandara Syamsudin Noor masih terlihat, Selasa (14/11/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Di tengah kedatangan penumpang pesawat, Selasa (14/11), sejumlah tukang memperbaiki plafon terminal kedatangan Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru. Plafon runtuh pada Senin malam diterpa angin kencang saat hujan deras.

Akibat kejadian tersebut sejumlah mobil juga rusak tertimpa baliho. Kerusakan sudah didata dan kerugian materil akan diganti Bandara Syamsudin Noor melalui asuransi pihak vendor.

“Saat ini fokus kami adalah perbaikan secepatnya. Diupayakan malam ini juga selesai. Kami pastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar General Manager Bandara Syamsudin Noor, Wahyudi, Selasa (14/11).

Baca: Nakhoda Ini Anggap Peristwa Biasa, Padahal 1 ABK Tewas dan 6 Lainnya Masih Misterius

Baca: Mencari Kebenaran Foto Mirip Umi Pipik yang Peluk Mesra Sunu Eks-Matta Band, Ini 4 Faktanya

Dia pun menyatakan angin kencang sekali pada Senin malam. Baliho di parkiran VIP kedatangan dengan ketinggian sembilan meter dan luas penampang baliho sekitar 4x3 meter persegi roboh menimpa dua mobil.

Wahyudi masih ingat betul kejadian malam itu. “Angin kencang masuk koridor. Sebagian orang panik berlarian. Saya saat itu baru selesai makan soto Banjar deket bandara, lalu ke bandara mau kontrol. Pas tahu plafon runtuh saya sampai lemes karena berpikir di situ kan banyak manusia. Bersyukur tidak ada korban jiwa maupun luka,” beber dia.

Bahkan dia masih kepikiran, seandainya angin kencang terjadi saat pesawat mau mendarat.

“Untungnya Alhamdulillah pesawat sudah landing baru angin kencang itu terjadi,” katanya.

Akibat runtuhnya plafon, satu ban berjalan untuk bagasi tak diaktifkan dan diberi garis pembatas karena persis di bawah lubang plafon. Khawatirnya terjadi lagi reruntuhan.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help