Serambi Ummah

Begini Penjelasan Ulama Banjarmasin Terkait Produk Kode E, Apa Sih Produk Ini?

Dia juga menjelaskan, begitu juga kandungan bahan berkode E472 merupakan pengemulsi yang ditambahkan ke dalam campuran pangan

Begini Penjelasan Ulama Banjarmasin Terkait Produk Kode E, Apa Sih Produk Ini?
ISTIMEWA
Gusti Makmur Lc 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kode E pada makanan, merupakan kode yang dikeluarkan oleh Uni Eropa (European Union) untuk bahan tambahan makanan, baik itu berupa pewarna, pengawet, pengental, penstabil, dan sebagainya.

Kode E pada makanan tidak dapat mengidentifikasikan bahwa bahan tersebut mengandung babi. Perlu ada pengkajian lebih lanjut terkait dengan kandungan yang terdapat dalam bahan.

Menurut ulama di Banjarmasin, Gusti Makmur Lc, sebagai contoh E471 yang merupakan bahan emulsifier yang dapat berasal dari lemak hewani maupun nabati.

Baca: VIDEO Cuplikan Laga Kalteng Putra Vs Martapura FC - Tegangnya Derby Borneo

Baca: Ucapkan Ulang Tahun ke Sule, Andre Taulany Salah Posting Foto Pelawak ini, Bikin Warganet Ngakak

Baca: Heboh Video Istri Pergoki Suami dengan Wanita Lain di Kamar HBI? Kenapa Ikam Lawan Lakiku

“Kalau bahan tersebut berasal dari lemak nabati, dapat dipastikan kalau bahan tersebut halal,” katanya.

Adapun kalau bahan tersebut berasal dari lemak hewani, maka perlu dilihat dulu apakah hewan itu berasal dari hewan halal atau tidak. Kalaupun berasal dari hewan halal, perlu dipastikan juga bahwa proses penyembelihannya dilakukan secara aturan Islam.

Bila kode E berasal dari hewan halal yang disembelih secara Islam, maka dapat dipastikan bahan tersebut halal. Namun bila tidak, maka haramlah bahan dan produk tersebut.

“Untuk produk makanan yang komposisinya terdapat kode E namun sudah berlogo halal MUI, sudah dipastikan bahwa sumber bahan tersebut berasal dari sumber yang halal sehingga tidak perlu dikhawatirkan lagi
kehalalan nya,” jelasnya.

Baca: Hasil Akhir Kalteng Putra Vs Martapura FC - Skor 1-2, Martapura FC ke Semifinal Liga 2 2017

Dia juga menjelaskan, begitu juga kandungan bahan berkode E472 merupakan pengemulsi yang ditambahkan ke dalam campuran pangan yang menggabungkan komponen air dan minyak.

Pengemulsi berkode E472 tersebut memang bisa berasal dari turunan hewan maupun tumbuhan. Jika dari turunan hewan dari babi, hukumnya jelas haram. Sedangkan jika dari sapi, harus dicermati proses penyembelihannya, apakah sesuai syariah atau tidak.

Nah, bahan pengemulsi yang berasal dari hewan yang proses penyembelihannya sesuai syariah tentu saja halal. Begitu juga bahan pengemulsi yang berasal dari tumbuhan.

“Karena menggunakan bahan halal, maka MUI mengeluarkan sertifikat halal untuk produk tersebut,” imbuhnya.

Penulis: Hasby
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved