Ekonomi dan Bisnis

Investor Harus Cermati Fenomena January Effect di Pasar Modal

Menjelang akhir tahun, para investor diminta bersiap hadapi fenomena January Effect di pasar modal. Karena pada momen besar peluang investor

Investor Harus Cermati Fenomena January Effect di Pasar Modal
banjarmasinpost.co.id/acm
MNC Sekuritas Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Menjelang akhir tahun, para investor diminta bersiap hadapi fenomena January Effect di pasar modal. Karena pada momen besar peluang investor bisa meraup keuntungan.

Dijelaskan Senior Equity Brokerage MNC Sekuritas Banjarmasin Herry Wachiedin, pada momen akhir tahun cukup banyak saham-saham yang harganya akan merosot.

Secara umum hal ini disebabkan cukup banyak investor dan para fund manager yang melepas sahamnya untuk mengamankan dana di akhir tahun serta mengurangi beban pajak.

Namun di awal tahun para investor dan fund manager kembali akan masuk ke pasar saham secara masif sehingga kembali mengerek naik harga-harga saham tersebut.

Baca: Saham Properti dan Konstruksi Akan Banyak Dilirik Selama Akhir Tahun

Fenomena January effect ini memang terbukti terjadi sejak puluhan tahun yang lalu di dunia termasuk di Indonesia.

Walaupun demikian, tidak ada seorang pun yang bisa menjamin January Effect akan terjadi setiap tahunnya.

Memanfaatkan hal ini, beberapa saham yang sudah menunjukkan fase January Effect dan mulai merosot seperti PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Tbk (SIDO) dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR).

"Pokoknya saham-saham andalan di masing-masing sektor saham biasanya terdampak January Effect ini," kata Herry.

Namun jika tidak ingin memanfaatkan January Effect, ia merekomendasikan beberapa saham seperti di sektor perbankan dan saham-saham dari emiten yang merupakan badan usaha milik negara (BUMN).

Contohnya seperti saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) yang diprediksi masih akan bergerak positif.

Baca: NEWSVIDEO: Tak Hanya Salurkan Bantuan PT Pelindo III Juga Bekali Pengetahuan Bisnis

Selain saham-saham BUMN, saham dari emiten yang juga dimiliki pemerintah walaupun secara tidak langsung juga diperkirakan akan bergerak positif.

Seperti saham PT BRI Agroniaga Tbk (AGRO) yang dimiliki oleh BRI dan saham PT Wijaya Karya Beton (WTON) yang dimiliki PT Wijaya Karya.

Terkait perilaku investor asing di akhir tahun diperkirakan tetap akan positif karena pasar modal Indonesia masih menjadi pilihan yang strategis dan menguntungkan.

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help