Berita Hulu Sungai Tengah

Lucu! Nama Sasirangannya Padi Lintuk, Tapi Karya Diansyah Sudah Bikin Orang Kangen

karya Diansyah dan istrinya Helda Apidini dari Murakata Sasirangan Hulu Sungai Tengah ini pun mendapat banyak pesanan.

Lucu! Nama Sasirangannya Padi Lintuk, Tapi Karya Diansyah Sudah Bikin Orang Kangen
Istimewa
Helda Apidini dan suaminya Diansyah saat membuat motif sasirangan banih lintuk 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Desain motif Sasirangan Padi Lintuk atau padi merunduk, ternyata mendapat tempat di hati masyarakat penggemar sasirangan.

Begitu diikutkan lomba desain motif sasirangan untuk Industri Kecil Menengah (IKM) yang diselenggarakan Dekranasda Kalsel, karya Diansyah dan istrinya Helda Apidini dari Murakata Sasirangan Hulu Sungai Tengah ini pun mendapat banyak pesanan.

Motif banih lintuk, merupakan juara dua desain motif sasirangan (bukan Alam Am sebagai juara II seperti diberitakan sebelumnya berdasarkan rilis humas pemkab HST). Menurut Helda, motif desain dibuat oleh suaminya, Diansyah. Sedangkan proses pewarnaannya dilakukannya sendiri. Motif padi lintuk merupakan karya pertama yang diikutkan lomba. Tiap kabupaten/kota engirimkan dua perajin, yang difasilitasi Dekranasda HST, dibawah binaan HJ Ernawati Chairansyah.

“Yang terpilih mewakil HST ke Banjarmasin, Murakata Sasirangan dengan desain padi lintuk dan Anggrek Sasirangan dengan desain motif Alang Am. Alhamdulillah desain kami yang meraih juara II, dengan keunggulan menggunakan pewarna alami berbahan serbuk hasil gergaji kayu ulin, yang menghasilkan warga kecoklatan,”jelas Helda.

Baca: Usai Kecelakaan Saksi Melihat Setya Novanto Pingsan Dibopong, Tapi Tak Ada Darah dari Tubuhnya

Baca: Hore, Pelaku Pamer Burung di Kayu Tangi Akhirnya Tertangkap, Warganet : Awak Sudah Bau Tanah

Menurut Helda, setelah dinyatakan juara ke II, diajang lomba yang memamerkan hasil karya antar IKM se-Kalsel tersebut banyak pencinta sasirangan yang memesan. Terutama kalangan perkantoran yang tertarik dengan motif dan warna alam nya. ‘Alhamdulillah, kami akan memproduksi motif ini lebih banyak dan mengenalkannnya ke masyarakat umum,”tambahnya.

Dijelaskan, padi merunduk, merupakan spirit masyarakat HST yang mencintai lingkungan hidup. Desain motif tersebut, terinspirasi dari sifat tawadhu padi, yang makin berisi makin merunduk. “Atau filosofi n idealnya seorang yang berilmu, tapi tetap rendah hati. Padi sendiri, lambang dari daerah HST, yang terdiri unsur padi dan karet.

“Penggunaan serbuk kayu ulin, menjadikan produk ini ramah lingkungan,”kata Helda, yang sudah enam bulan menekuni usaha sasirangan, dengan merek produk Murakata Sasirangan, yang diproduksi di rumah, Jalan Kompleks Guntur Permai Blok P1 Benawa Tengah, Barabai. Dalam memnjalankan usaha, jelas Helda, pihaknya dibawah pembinaan Dekranasda HST, TP PKK HST serta Dinas Pedagangan HST.

Adapun pemasaran produknya, selain media sosial, yaitu facebook, juga melalui pameran-pameran yang difasilitasi Deekranasda HST dan ajang pameran lainnya yang diselenggarakan pemkab HST.

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved