Berita Hulu Sungai Selatan

Sempat Tiga Bulan Tak Bisa Dilintasi Mobil, Begini Kondisi Jembatan Desa Samuda

Pihaknya berharap masyarakat setempat bisa ikut menjaga dan memelihara jembatan dan memantau kondisi jembatan agar bisa bertahan lama.

Sempat Tiga Bulan Tak Bisa Dilintasi Mobil, Begini Kondisi Jembatan Desa Samuda
Dinas PU HSS
Jembatan Desa Samuda sudah bisa dilewati mobil 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Jembatan penghubung dari dua desa yakni Desa Samuda Kecamatan Daha Selatan dengan Desa Bejayau Kecamatan Daha Barat akhirnya sudah bisa dilewati kendaraan roda empat.

Sekitar tiga bulan lamanya, jembatan ini tidak bisa dilewati mobil karena dalam proses perbaikan dan jalan alternatif hanya bisa dilewati dengan kendaraan roda dua.

Masyarakat Desa Samuda dan Desa Bajayau Kecamatan Daha Barat akhirnya bisa terseyum karena jembatan sudah bisa menikmati. Apalagi jalan yang awalnya berdebu juga sudah diaspal.

"Jalan dan jembatan sudah bisa kita nikmati. Kita tidak lagi merasakan debu dan jembatan tidak lagi dari kayu batang kelapa," kata Ahmad, warga sekitar, Jumat (17/11/2017).

Baca: Hore, Pelaku Pamer Burung di Kayu Tangi Akhirnya Tertangkap, Warganet : Awak Sudah Bau Tanah

Dikatakannya, jembatan itu menjadi penghubung antar dua desa sehingga penting keberadaannya. Khususnya untuk aktivitas transfortasi dari dan menuju ke Kecamatan Daha Barat.

Menurutnya dengan jembatan yang kokoh dan sudah selesai pembangunannya, dirinya dan warga lainnya bisa beraktivitas dengan lancar setelah sempat terhambat hampir tiga bulan lamanya untuk kendaraan roda empat.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang HSS, Fatimah mengatakan pembangunan jembatan di Desa Samuda sudah rampung.

Baca: Tak Disangka, Ini Pemilik Terakhir Mobil Fortuner yang Ditumpangi Tersangka Setya Novanto

"Untuk kendaraan roda empat sudah bisa melintasi jembatan. Masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan normal baik kendaraan roda dua dan roda empat," katanya, Jumat, (17/11/2017).

Pihaknya berharap masyarakat setempat bisa ikut menjaga dan memelihara jembatan dan memantau kondisi jembatan agar bisa bertahan lama.

Sekadar diketahui, proses pembuatan Jalan Samuda-Bajayau di Kecamatan Daha Selatan dan Daha Barat dimulai pada 2012 dan 2013 dengan pembangunan Jalan Samuda -Siang Gantung-Bajayau.

Pembangunan jalan dibagi beberapa segmen dan paket pekerjaan pembentukan badan jalan serta peninggian dengan urukan tanah dan sirtu. Hingga dilakukan pengaspalan jalan sepanjang 7,5 kilometer dan pengerasan jalan 1,8 kilometer.

Total anggaran yang digunakan pada pengaspalan dan pengerasan jalan di dua desa dan pengerjaan untuk Jembatan jenis box dengan panjang sekitar delapan meter dan lebar lima meter menelan biaya total sekitar Rp 6,3 miliar.

Penulis: Aprianto
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help