NEWSVIDEO

Wow! Naga Sepanjang 86 Meter Berputar-putar di Langit Pantai Takisung

Namun, lomba itu membawa membawa kesan manis bagi seorang Kusnadi, warga Desa Gunungmakmur, Kecamatan Takisung.

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Lomba layang-layang hias di pesisir pantai Takisung, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanahlaut, kali perdana dilaksanakan.

Namun, lomba itu membawa membawa kesan manis bagi seorang Kusnadi, warga Desa Gunungmakmur, Kecamatan Takisung.

Ia rela meninggalkan usaha semrntara tak menjual pentol dan pop es berkeliling demi ikut lomba layangan hias memeriahkan hari jadi ke 52 Kabupaten Tanahlaut.

Kusnadi mengaku mengikutkan dua layangan berbentuk perahu dan layangan biasa yang ditempeli baliho lambang daerah Tanahlaut.

Khusus dua layangan berbentuk perahu dan lambang Tanahlaut itu diikutsertakan dalam lomba layangan hias atasnama anak dan keponakannya.

"Lomba itu tidak ada kategori anak atau dewasa. Lomba layangan hias itu bebas pesertanya siapa saja boleh ikutan. Tidak ada kategorinya," katanya dihubungi, Sabtu (18/11/2017).

Kusnadi merupakan tim yang juga membuat layangan Naga yang dimanajeri Masmur. "Masmur itu manajernya karena punya modal dana membuat layangan Naga. Kalau layangan kapal dan layangan Tanahlaut itu modal saya sendiri dari sisa bahan membuat layangan Naga," katanya.

Hal yang menarik dari lomba layangan itu, Kusnadi ingin membentuk komunitas layangan. Itu karena terinspirasi dari melihat lomba layangan di Youtube.

"Layangan bentuk Naga dan layangan bentuk kapal itu membuatnya setelah melihat di Youtube," katanya.

Kusnadi mengaku hampir terseret layangan Naga saat ujicoba di tengah persawahan di Desa Gunungmakmur. Saat itu panjang layangan 190 meter.

"Beruntungnya tali yang melilit di badan saya saat menerbangkan layangan Naga itu terputus. Jika tidak terputus tidak tahu bagaimana kondisi saya karena badan saya terseret layangan," katanya.

Sisa dari layangan Naga terputus itu, menurut Kusnadi yang dilombakan dalam ajang Festival Bahari dan Budaya di pesisir pantai Takisung, Sabtu dan Minggu (18/19/11/2017).

Panjang layangan naganya cuma 86 meter atau layangan saja. Itu pun membuatnya butuh waktu satu bulan lebih dengan sepuluh kru.

"Saya berharap jika ada komunitas layangan di Kalsel ini, kami ingin bergabung mewakili komunitas layangan dari Kabupaten Tanahlaut," harapnya.

Sementara, peserta lomba layangan hias dari Kabupaten Kotabaru, Ravi mengaku kali pertama ikut lomba di Kabupaten Tanahlaut. Ia masih tampil lagi, Minggu (19/11/2017) untuk menaikkan layangan miliknya.(banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved