Berita Kalteng

Penanaman Padi Organik di Kalteng Masuk Kawasan Hutan Produksi dan Konservasi, Hingga Perlu Ini

Ternyata , luas lahan itu statusnya masih ada yang merupakan lahan hutan produksi dan hutan konservas

Penanaman Padi Organik di Kalteng Masuk Kawasan Hutan Produksi dan Konservasi, Hingga Perlu Ini
TRIBUNKALTENG.com/faturahman
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kalimantan Tengah, Sutrisno 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Rencana penanaman padi organik seluas 300 ribu hektare yang akan digarap di Provinsi Kalimantan Tengah, didukung oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulelaiman.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kalimantan Tengah, Sutrisno, Senin (20/11/2017) mengakui setelah pihaknya melakukan pemotretan terkait program cetak sawah 300 ribu hektare lahan yang akan dipakai untuk menanam padi organik.

Ternyata , luas lahan itu statusnya masih ada yang merupakan lahan hutan produksi dan hutan konservasi sehingga masih perlu dilakukan pembenahan izin untuk ditanami padi organik.

"Kami sudah melakukan pemotretan dari 300 ribu hektare lahan yang diplot ternyata yang cocok hanya 22 ribu hektare dan dari luas lahan 300 ribu hektare tersebut ternyata masih ada lahan yang statusnya hutan produksi dan hutan konservasi,"katanya.

Tentu sebut dia, untuk menggarap lahan tersebut harus diurus lagi perizinanya kepada pemerintah pusat, karena semuanya ada aturan yang mendasarinya.

"Saat ini Bapak Gubernur berusaha mengurus perizinanya kepada Presiden dengan harapan ketersediaan lahan untuk menjalankan program tersebut bisa mencapai 300 ribu hektare seperti yang direncanakan,"ujarnya. (faturahman/www.banjarmasinpost.co.id)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help