Berita Tanahlaut

Calon Kades Ini Siapkan Kuasa Hukum Gugat Hasil Pilkades, Desa Ini Paling Parah

Menurut Umar, pemilihan kepala desa di Desa Salaman Kecamatan Kintap itu dinilainya paling parah

Calon Kades Ini Siapkan Kuasa Hukum Gugat Hasil Pilkades, Desa Ini Paling Parah
BANJARMASINPOST.co.id/mukhtar wahid
Umar, kuasa hukum calon kepala desa Salaman, Kecamatan Kintap memperlihatkan bukti tanda terima surat sanggahan dari Sekretariat Daerah Kabupaten Tanahlaut, Senin (20/11/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Calon kepala desa yang kalah dalam perhitungan suara pada pemilihan kepala desa serentak, 15 November 2017 lalu, menyiapkan kuasa hukum untuk bersengketa.

Umar, warga Kota Banjarmasin yang diberi kuasa hukum oleh para calon kepala desa untuk membuat sanggahan tertulis kepada panitia pemilihan kepala desa serentak di tiga desa.

"Saya diberi kuasa calon kepala desa dari desa Takisung, Desa Salaman dan Desa Jorong," ujar Umar di Pelaihari, Senin (20/11/2017).

Menurut Umar, pemilihan kepala desa di Desa Salaman Kecamatan Kintap itu dinilainya paling parah. Itu karena selisih suara calon kades dengan calon kades yang memberi kuasa sangat sedikit.

"Anehnya suara sah calon kades kalah dengan jumlah suara tidak sah. Suara tidak sah itu hanya karena terdapat dua coblosan di surat suara akibat cara lipatan surat suaranya rumit," katanya.

Menurut Umar, tidak hanya jumlaj suara tidak sah yang pantastis. Diduga dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa itu, panitia tidak melakukan sosialisasi dan transparansi jika ada kesepakatan terkait surat yang terdapat coblosan dua.

Praktek pemilihan kepala desa itu dibuatnya juga bermuatan money politik sehingga kliennya merasa dirugikan dalam pemilihan kepala desa serentak di Desa Salaman dan Desa lainnya.

Umar menegaskan jika setelah surat sanggahan disampaikan kepada para pihak dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Tanahlaut belum ada keputusan secepatnya, maka pihaknya akan melakukan gugatan ke majelis hakim Pengadilan Negeri Pelaihari.

Calon kepala desa Salaman, Seyid Nuh Maliki mengaku meraih suara sah 336 suara dan rivalnya meraih 351 suara dan suara tidak sahnya 400 suara.

Menurutnya, sanggahan yang dilakukan itu setelah menerima aspirasi para pemilihnya di Desa Salaman yang menghendaki dirinya terpilih sebagai kepala desa.

"Ini kan aneh suara sah kalah banyak dengan suara tidak sah. Jelas saya protes dihitung ulang karena suara coblosan dua itu satunya mencoblos tanda gambar saya," katanya.

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help