Bisnis Hotel

Hotel Gantung Tebing Parang di Purwakarta, Hotel Paling Menantang, Ini Tarifnya

Penasaran bukan untuk mengetahui seperti apa hotel gantung ini? Berikut fakta-fakta yang dihimpun KompasTravel:

Hotel Gantung Tebing Parang di Purwakarta, Hotel Paling Menantang, Ini Tarifnya
KOMPAS.com
Fasilitas kamar hotel gantung Padjajaran Anyar yang terletak di tebing Gunung Parang, Purwakarta, Jawa Barat setinggi 500 meter, Minggu (19/11/2017). Hotel gantung ini diklaim sebagai hotel gantung tertinggi di dunia mengalahkan ketinggian hotel gantung di Peru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PURWAKARTA - Kini Indonesia memiliki sebuah hotel gantung yang dapat dinikmati wisatawan nusantara ataupun mancanegara. Namanya adalah Skylodge Padjajaran Anyar di Tebing Parang, Purwakarta, Jawa Barat.

Penasaran bukan untuk mengetahui seperti apa hotel gantung ini? Berikut fakta-fakta yang dihimpun KompasTravel:

1. Dibuka untuk Umum

Sekitar akhir Oktober 2017, hotel gantung ini sudah dibuka untuk umum. Hingga Minggu (19/11/2017) sudah ada tiga tamu yang menginap, dan KompasTravel berkesempatan menjadi tamu ketiga untuk bisa menginap di hotel gantung.

Untuk bisa menginap di hotel ini, peminat bisa mereservasi secara langsung dengan menghubungi nomor 087775616496.

2. Lebih Tinggi dari Hotel Gantung di Peru

Hotel gantung di Tebing Parang ini memiliki ketinggian 500 meter di atas permukaan tanah.


Hotel gantung Padjajaran Anyar yang terletak di tebing Gunung Parang, Purwakarta, Jawa Barat setinggi 500 meter difoto menggunakan drone, Minggu (19/11/2017). Hotel gantung ini diklaim sebagai hotel gantung tertinggi di dunia mengalahkan ketinggian hotel gantung di Peru. (KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZES)

Sejauh ini, sudah ada satu skylodge alias hotel gantung di dunia yang berlokasi di Peru. Hotel gantung tersebut berada pada dinding tebing dengan ketinggian sekitar 122 meter di atas permukaan tanah.

Jika dibandingkan dengan Peru, hotel gantung di Purwakarta ini lebih unggul soal letak ketinggiannya.

Halaman
1234
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help