Kriminalitas Tabalong

Larikan Uang Nasabah di Tabalong, Pelaku Diciduk di Depan ULM Banjarmasin

Warga Jalan Jati III Desa Panarung RT 3 Kecamatan Pahandut, Palangkaraya, Kalteng ini, telah diamankan di Polres Tabalong.

Larikan Uang Nasabah di Tabalong, Pelaku Diciduk di Depan ULM Banjarmasin
BANJARMASINPOST.co.id/dony usman
Muhammad Saman (22) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Sempat menghilang setelah diduga melarikan uang nasabah, Muhammad Saman (22), kini tak bisa lagi kemana-mana.

Warga Jalan Jati III Desa Panarung RT 3 Kecamatan Pahandut, Palangkaraya, Kalteng ini, telah diamankan di Polres Tabalong.

Pelaku diamankan tim gabungan dari Unit Jatanras Polres Tabalong, Unit Buser Banjarmasin Tengah dan Unit Resmob Polda Kalsel, Sabtu (18/11/2017) sekitar pukul 14.45 wita.

Saat diamankan pelaku sedang berada di kawasan Jalan Hasan Basry, Kayutangi, depan pintu gerbang Universitas Lambung Mangkurat (ULM), kecamatan Banjarmasin Utara.

Bersama pelaku juga diamankan barang bukti berupa kwitansi pembayaran nasabah FIF cabang Tanjung, Kabupaten Tabalong.

Informasi didapat, pelaku diamankan karena diduga telah melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan di FIF cabang Tanjung.

Bermula, Kamis (16/11/2017) pihak korban datang ke Polres Tabalong untuk melaporkan perkara tindak pidana yang diduga penggelapan di kantor FIF Group Cabang Tanjung di Jalan Ir PHM Noor, Pembataan, kecamatam Murung Pudak, Tabalong.

Dari keterangan pihak korban, pada Selasa (14/11/2017) siang sekitar pukul 14.00 wita, pihak FIF menghubungi semua konsumen yang telah menggunakan jasa perusahaan untuk menagih pembayaran angsuran bulan Oktober 2017.

Selain menagih, saat itu juga sekaligus memastikan apakah konsumen sudah membayar atau belum karena sudah lewat dari tanggal jatuh tempo.

Dari pengakuan setiap konsumen yang dihubungi ternyata mengatakan bila mereka sudah membayarnya lewat kolektor bernama Muhammad Saman yang menagih ke setiap rumah konsumen.

Namun ternyata tidak dilaporkan pelaku kepada pihak perusahaan terkait masalah uang yang telah ditagihnya tersebut.

Selanjunya, semua konsumen diminta pihak perusahaan untuk memberikan bukti pembayaran angsuran bulan Oktober.

Dari situlah kemudian diketahui ternyata memang benar bahwa konsumen telah membayarnya dan memberikan bukti pembayaran dengan menggunakan kwitansi.

Merasa telah ada tindakan pengelapan pihak perusahaan pun melaporkan kejadian tersebut karena merasa telah dirugikan sebesar Rp. 20.612.000.

Kapolres Tabalong AKBP Hardiono melalui Kasatreskrim AKP Mars Suryo Kartiko, dikonfirmasi, Senin (20/11/2017) siang, membenarkan laporan tersebut. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help