BanjarmasinPost/
Home »

Video

NEWSVIDEO

Mau Beli Rumah? Wahana Tata Tawarkan Jaminan Ekstra Griya A+

“Kalau dari perbankan, maka umumnya menjadi kewajiban harus tercover dengan asuransi. Ada yang pembelian rumah subsidi"

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Perusahaan asuransi gencar menawarkan program alternatif untuk mengcover nasabah perbankan pemerintah dengan melayani kredit rumah subsidi maupun non subsidi. Asuransi Wahana Tata (Aswata) contohnya, sudah meluncurkan Aswata Griya A+.

Head of Office Aswata Banjarmasin, Syamsul Arif didampingi Head of Sales Asuransi Wahana Tata (Aswata) Banjarmasin, Iwan Wahyudin mengatakan, pihaknya sudah bekerjasama dengan beberapa perbankan pemerintah utamanya melayani KPR.

“Kalau dari perbankan, maka umumnya menjadi kewajiban harus tercover dengan asuransi. Ada yang pembelian rumah subsidi maupun nom subsidi,” katanya, Senin (20/11/2017).

Jumlah nasabah Aswata yang mengasuransikan rumahnya bisa mencapai ribuan. Sedangkan pada tahun 2017 ini, lebih banyak mengcover nasabah yang membeli rumah non subsidi, dikarenakan kondisi ekonomi yang lagi lesu.

Teknis pembayaran premi asuransi dari nasabah biasanya berbeda-beda.

Ada yang premi asuransinya digabung dengan kredit cicilan per bulan, tetapi ada juga yang dibayar di muka.

Nilai premi dinilainya tidaklah terlalu besar, Rp 1 jutaan saja bahkan ada yang Rp 800 ribuan, dengan nilai bangunan dibawah Rp 100 jutaan.
Misalkan kebakaran habis, kemudian pihaknya mengganti sesuai nilai pertanggungan dalam polis.

Program asuransi di luar kerjasama perbankan yakni Griya A+ yang baru dilucurkan pada tahun ini mendapat apresiasi positif.

Dikarenakan menawarkan beberapa keuntungan yang berbeda dengan asuransi paket KPR.

“Kalau dengan perbankan, sepaket KPR biasanya hanya jaminan kebakaran standar kalau yang program ini banyak cakupannya,” tambah Syamsul Arif.

Iwan Wahyudin menambahkan, asuransi rumah tinggal dan apartemen dengan manfaat ektra di Griya A+ ini. Jaminan manfaat ektra bermacam-macam.

Diantaranya disebutkan, ada akomodasi sementara. Menjamin pembiayaan ganti rugi untuk pembayaran penginapan sementara dikarenakan bangunan yang dipertanggungkan mengalami kerugian atau kerusakan.

“Santunan sebesar 10 persen dari total nilai pertanggungan dengan batas maksimum Rp 25 juta,” jelas Iwan.

Dia juga menjelaskan, kecelakaan diri yang mengakibatkan kematian untuk tertanggung atau pasangannya atau anak-anak di dalam lokasi pertanggungan. Menjamin risiko kematian akibat kecelakaan yang terjadi saat berada di rumah tinggal yang diasuransikan.

Jaminan manfaat ektra lainnya, biaya medis akibat kecelakaan untuk tertanggung di dalam lokasi pertanggungan. Batas pertanggungan sebesar Rp 1 juta per kejadian dan batas maksimum Rp 5 juta selama masa pertanggungan. (banjarmasinpost.co.id/Hasby Suhaily)

Penulis: Hasby
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help