BanjarmasinPost/

Ekonomi dan Bisnis

Capai 33 Persen Pertahun, Tren Kenaikan Harga Tanah

Kenaikan harga tanah jadi momok. Bahkan di Jakarta, kenaikan harga tanah disebut mencapai 33 persen setiap tahunnya.

Capai 33 Persen Pertahun, Tren Kenaikan Harga Tanah
kontan
Harga rumah murah akan naik 30 persen 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Tren pertumbuhan harga tanah di Indonesia cukup mengkhawatirkan bagi para pengusaha properti. Bahkan di Jakarta, kenaikan harga tanah disebut mencapai 33 persen setiap tahunnya.

Kenaikan itu tertinggi bila dibandingkan kenaikan harga tanah di kota lain di negara-negara Asia.

Menurut Wakil Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI) Hari Ganie, kenaikan harga tanah menjadi momok bagi pengembang yang ingin mengembangkan kawasan hunian. Terutama, pengembang yang bergerak di sektor perumahan subsidi.

"Kenaikan harga tanah itu hantu yang sangat mengganggu kami di sektor properti," kata Hari dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (21/11/2017).

Baca: Kaget Kaca Belakang Daihatsu Sigra Pecah Tanpa Sebab, Pemilik: Akhirnya Mobil Saya Kena Juga

Dari sekitar 3.400 pengembang yang tergabung di dalam REI, 80 persen di antaranya merupakan pengembang rumah subsidi.

Dari sisi harga, pemerintah telah mematok harga tertinggi rumah subsidi yang bisa dijual pengembang kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Meski pun ada kenaikan harga setiap tahunnya, namun tidak boleh melebihi laju inflasi.

"Sementara harga tanah itu (kenaikannya) tidak sesuai inflasi, jauh dari inflasi kalau kita lihat," ucapnya.

Baca: Shafa Aliya Beberkan Ikhwal Dirinya Mendorong dan Menjambak Jennifer Dunn Hingga Divideokan

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help