Kampusiana

Dispersip Kalsel Rangkul STKIP PGRI, Universitas NU dan STIKES Cahaya Bangsa, Ini Tujuannya

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel terus melakukan sejumlaj terobosan untuk meningkatkan minat

Dispersip Kalsel Rangkul STKIP PGRI, Universitas NU dan STIKES Cahaya Bangsa, Ini Tujuannya
BANJARMASINPOST.co.id/salmah
Kepala Dispersip Kalsel, Hj Nurliani Dardie, membuat MoU dengan sejumlah perguruan di Kalsel. Kamis (23/11/2017) rencanya dengan STKIP PGRI Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel terus melakukan sejumlaj terobosan untuk meningkatkan minat baca masyarakat, salah satunya menjalin kerjasama dengan kalangan akademisi.

Sejumlah perguruan tinggi swasta di Kalsel telah bekerjasama dengan Dispersip, antara lain STIKIP PGRI Banjarmasin, Universitas Nahdatul Ulama, STIKES Cahaya Bangsa Kabupaten Banjar.

Dikatakan Kepala Dispersip Kalsel, Hj Nurliani Dardie, besok Kamis (23/11/2017) kembali akan ada penandatangan kesepahaman bersama atau MoU dengan STIKIP PGRI.

"Khususnya penandatangan tersebut dengan Prodi Teknik Informasi," ujar Bunda Nunung, panggilan akrabnya.

Baca: Jadwal Sidang Perdana Mantan Dirut PDAM Muslih di PN Tipikor Banjarmasin, Personel Gabungan Siaga

Baca: Viral! Seorang Remaja Pria Terekam CCTV Puskesmas Martapura Kota, Diduga Maling Helm

Ini berarti menambah kerjasama dengan STIKIP PGRI setelah sebelimnya pada Senin (20/11) juga sudah ditandatangani kesepahaman bersama dengan Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Tri W Palupi.

Selain itu pernah pula penandatangan kesepahaman bersama dengan l Hj Endang Sulistyowati, Dosen STKIP PGRI jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia bertempat di HBI beberapa waktu lalu.

Sebagai komunitas akademik, kampus ingin mendapatkan akses yang mudah dalam rangka pengembangan visi dan misi kampus. Pustarda dapat melengkapi kekurangan sumber pustaka yang ada di perpustakaan kampus.

Baca: Dua Perempuan Muda Warga Kelayan A Gang Sejiran Dicokok, Petugas Temukan Sabu dan Ineks

"Intinya mereka dari beberapa perguruan tinggi swasta itu minta sediakan di Dispersip berupa bahan pustaka yang dibutuhkan mahasiswa, mengingat keterbatasan koleksi di perpustakaan kampus masing-masing," jelas Bunda Nunung.

Sebenarnya, lanjut Bunda Nunung? walaupun tdk ber-MoU pun Dispersip Kalsel tetap menyediakan koleksi yang dibutuhkan mereka, karena pelayanan Dispersip Kalsel berorientasi pada kebutuhan perpustakaan.

Selain dengan kalangan kampus, kerjasama juga dilakukan dengan Kanwil Kemenkumham Kalsel untuk layanan perpustakaan di lembaga pemasyarakatan.

"Dengan instansi vertikal seperti Kemenkumham dan lainnya juga harus menjalin kerjasama yang baik dan tidak boleh menonjolkan ego sektoral masing-masing," ungkapnya.

Disadari Bunda Nunung, untuk mempromosikan minat baca itu tidak bisa kami lakukan sendiri. Harus bekerjasama dan melibatkan akademisi, berbagai komunitas, teman-teman media dan masyarakat secara umum. (BANJARMASINPOST.co.id/salmah)

Penulis: Salmah
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved