Berita HST

Pemkab dan DPRD HST Bahas RAPBD 2018, Pendapatan Diproyeksi Menurun karena Faktor Ini

Bupati Abdul Latif menjelaskan, penurunan pendapatan, diproyeksikan terjadi pada semua kelompok pendapatan daerah.

Pemkab dan DPRD HST Bahas RAPBD 2018, Pendapatan Diproyeksi Menurun karena Faktor Ini
banjarmasinpost.co.id/hanani
Bupati HST Abdul Latif saat penyampaian Raperda APBD HST 2018 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Tahun anggaran 2018 segera berakhir 31 Desember 2017 mendatang.  Pemkab Hulu Sungai Tengah kini berupaya mengejar target penyelesaian RAPBD 2018, dengan target selesai  30 November 2017 mendatang, pembahasan sudah selesai. Rapat marathon pun dilakukan, Rabu (22/11/29/2017).

Sejak pagi, pukul 10.30 Wita, BUpati HST menyampaikan Nota Keuangan atas Raperda APBD 2018.

Selanjutnya, pada pukul 14.30, dilanjutkan pandangan umum fraksi-fraksi di DPRD HST, atas penyampaian RAPBD, dilanjutkan pukul 20.30 Wita nanti, langsung dilakukan pembahasan  tentang penganggaran untuk pos-pos masing-masing struktur organisasi perangkat daerah (SOPD).

Sebelumnya, Bupati HST H Abdul Latif saat penyampaian RAPBD 2018 menyampaikan gambaran garis besar mengenai Nota Keuangan  berdasarkan kondisi dan asumsi yang memengaruhi pendapatan daerah.

Baca: Jadwal Siaran Langsung LIGA CHAMPION Malam Ini: Misi Juventus Tuntaskan Dendam

Adapun target pendapatan daerah, senilai Rp 1, 079 triliun lebih, atau mengalami penutunan Rp 139,91 miliar, atau trun 11 ersen daeri target pendapatan daerah pada 2017 setelah APBD perubahan, yaitu Rp 1,219 triliun.

Latif menjelaskan, penurunan pendapatan, diproyeksikan terjadi pada semua kelompok pendapatan daerah. Terdiri pendapatan asli daerah (PAD), turun sebesar 32,67 persen, dana perimbangan turun 3,03 persen dan lain-lain pendapatan daerah yang sah turun 24,42 persen dibanding penerimaan daerah pada APBD 2017 setelah perubahan.

Baca: Kompor Induksi PLN Kalselteng - Yuk! Kenalan dengan Alat Masak Masa Depan Ini

Disebutkan, proyeksi pendapatan daerah pada 2018 ditarget Rp 106, 79 miliar lebih, menurun  Rp 51, 81 miliar lebih atau 33 , 67 persen diading APBD 2017 Perubahan, yang jumlahnya Rp 158, 60 miliar lebih.

“Penurunan pendapatan karena pada semua pos PAD baik bersumber pajak daerah, retribusi daerah, danlain-lain pendapatan yang sah . Kecuali hasil pengelolaa kekayaan daerah,”jelas Latif.  

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved