Berita Nasional

Rotasi Panglima TNI, Pengganti Gatot Nurmantyo Disarankan dari TNI-AU atau TNI-AL

Muradi, menilai rotasi jabatan Panglima TNI diperlukan untuk menjaga soliditas dan konsolidasi sektor pertahanan.

Rotasi Panglima TNI, Pengganti Gatot Nurmantyo Disarankan dari TNI-AU  atau TNI-AL
kompas.com
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di Gedung KPK Jakarta, Jumat (26/5/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA -  Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran, Muradi, menilai rotasi jabatanPanglima TNI diperlukan untuk menjaga soliditas dan konsolidasi sektor pertahanan.

Artinya setelah Jenderal Gatot Nurmantyo diganti karena memasuki masa pensiun, maka Presiden Joko Widodo sebaiknya memilih Panglima TNI dari Angkatan Udara atau Angkatan Laut.

"Jabatan panglima TNI bergiliran antar matra untuk kepentingan konsolidasi. Menurut saya yang paling penting konsolidasi antar matra, internal masing-masing matra dan dengan Kementerian Pertahanan," ujar Muradi dalam diskusi publik Setara Institute bertajuk 'Pergantian Panglima dan Akselerasi Reformasi TNI', di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (23/11/2017).

Baca: Hebat, Sabar Penellitiannya 11 Kali Ditolak di Indonesia, Siswa Asal Yogya Ini Malah Dihargai Google

Di sisi lain, Muradi menilai rotasi jabatan Panglima TNI diperlukan untuk mendukung visi pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Sementara itu, menurut Muradi, selama dua tahun belakangan kebijakan TNI belum mengarah pada dukungan terhadap visi poros maritim dunia di bawah kepemimpinan Jenderal Gatot Nurmantyo.

Ia pun mencontohkan belum adanya komando gabungan di kawasan Kepulauan Natuna yang dinilai menjadi wilayah strategis.

"Problemnya dua tahun belakangan belum kelihatan integrasinya. Berdasarkan data saya tidak ada komando gabungan di Natuna. Pembentukan koter (Komando Teritorial) baru di papua misalnya," kata Muradi.

Baca: Sadis, Kekerasan di Militer, Jenazah Calon Tentara Dikembalikan dengan Otak dan Jantung Hilang

Pada kesempatan yang sama, Direktur Imparsial Al Araf mengatakan, Presiden Joko Widodo harus mempertimbangkan pola rotasi secara bergiliran agar memberikan penyegaran dalam tubuh TNI.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help