BanjarmasinPost/
Home »

Bisnis

» Mikro

Ekonomi dan Bisnis

Begini Kata Kadis Perdagangan Kalsel Terkait Pembatasan Ekspor Rotan

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) H Birhasani mengakui pembatasan ekspor komoditi rotan

Begini Kata Kadis Perdagangan Kalsel Terkait Pembatasan Ekspor Rotan
banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Kadis Perdagangan Kalsel, Birhasani 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) H Birhasani mengakui pembatasan ekspor komoditi rotan berdampak besar pada ekspor rotan Kalsel.

Akibatnya, Kalsel yang sebenarnya memiliki kapasitas produksi rotan mentah cukup besar terancam kehilangan pangsa pasar.

Beberapa pasar negara tujuan ekspor rotan Kalsel diantaranya India, Singapura dan Malaysia kini terancam diambil alih oleh penyuplai rotan lainnya seperti Filipina dan Thailand.

"Sekarang kita lebih fokus untuk pasar Jepang, kalau yang lainnya sudah tergeser dengan penyuplai lain yang tidak dibatasi ekspor rotannya," kata Birhasani.

Baca: Harga Bahan Baku Rotan Ke Pengrajin Naik, Begini Akibatnya

Dijelaskan Birhasani, ia mengerti tujuan pemerintah membatasi ekspor komoditas rotan apalagi rotan mentah bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomis produk lokal sebelum dikirim keluar negeri.

Namun menurutnya, dengan berbagai dinamika pasar yang terjadi sudah tidak banyak lagi industri lokal di Kalsel yang memproduksi produk rotan jadi.

Jumlah industri pengolahan yang tidak begitu besar ini belum sesuai dengan produksi rotan mentah yang dihasilkan, karena itu selama ini memang mayoritas produk rotan yang di ekspor adalah produk rotan setengah jadi.

Amuntai, Margasari, Tapin dan Barito Kuala yang dulu merupakan daerah-daerah pusat pengrajin rotan di Kalsel pun sudah kurang bergairah. Hanya tinggal sedikit jumlah industri pengolahan rotan yang masih beroperasi.

"Penyerapan pasar lokal terhadap produk rotan kita juga tidak begitu cepat dan bisa menyerap semua produksi rotan yang ada," tambahnya.

Baca: Hotel Syariah Bermunculan Ini Kata Ketua PHRI Kalsel

Pihaknya pun sudah mengajukan permohonan peninjauan kembali kepada pemerintah pusat tepatnya Kementrian Perdagangan untuk kembali mempertimbangkan faktor tersebut.

Sudah ada mulai titik terang, menurut Birhasani Kementrian Perdagangan menanggapi masalah yang terjadi dan mengundang beberapa perwakilan baik dari pengusaha, pengrajin maupun pedagang industri rotan Indonesia untuk mendiskusikan terkait pembatasan ekspor rotan tersebut.

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help