BanjarmasinPost/

Ekonomi dan Bisnis

Hotel Syariah Bermunculan Ini Kata Ketua PHRI Kalsel

PHRI menyambut positif dengan munculnya hotel-hotel syariah ini. Bagi hotel berlabel syariah tidak hanya sekedar trend ikut-ikutan

Hotel Syariah Bermunculan Ini Kata Ketua PHRI Kalsel
banjarmasinpost.co.id/salmah
Hotel yang resmi dibuka pada Rabu (28/12) tersebut, memberikan promo selama tiga bulan untuk kamar executive hanya Rp525 ribu (dari harga rate Rp850 ribu), deluxe Rp425 ribu (rate Rp650 ribu), superior Rp350 ribu (rate Rp550 ribu), standard Rp299 ribu (rate Rp450 ribu). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - PHRI menyambut positif dengan munculnya hotel-hotel syariah ini. Bagi hotel berlabel syariah tidak hanya sekedar trend ikut-ikutan tapi benar-benar menerapkan konsep syariah dalam pelayanannya kepada customer, manajemen dalam hotel itu sendiri.

Dijelaskan Ketua PHRI Kalsel, Dodot Wahyudin, beberapa tahun lalu, 2014 sebenarnya sudah mendapat mandat dari Asosiasi Hotel Syariah Indonesia untuk membentuk semacam badan perwakilan tingkat provinsi. Tetapi karena jumlahnya belum banyak sehingga belum terpikirkan ke arah sana.

“Berhubung belum banyak yang syariah tetapi sekarang sudah banyak hotel syariah atau halal hotel, maka saya menjajaki pembentukan AHSIN di Kalsel. Yang ada di Banjarbaru ada enam hotel syariah dan di Banjarmasin sekitar 12 yang syariah,” jelasnya.

Baca: Cheesecake yang Satu Ini, Sekali Mencicipi Rasanya Tak Ingin Berhenti Menikmati Kelembutannya

Sedangkan untuk hotel-hotel yang mencoba menerapkan prinsip-prinsip syariah lebih dari jumlah tersebut. Sejak 2010 dan 2011 sudah bermunculan hotel konsep syariah.

Ada beberapa hotel yang hanya mencantumkan Halal hotel dan hotel syariah. Sebenarnya sama saja, cuma penerapannya di lapangan, label syariah sudah umum dan halal hotel jelas makanan halal.

“Kalau pasangan suami-istri muhrim, halal dan syariah pun demikian, tetapi ada beberapa hal seperti di hotel syariah tidak layak ada patung atau lukisan benda hidup, tetapi halal hotel masih longgar,” jelasnya.

Baca: Wakili Indonesia di Miss Universe 2017, Bunga Jelitha Posting Foto ini, Bikin Warganet Kagum

Menurutnya, sebenarnya dari dulu keberadaan hotel syariah atau halal ini dibutuhkan, cuma orang berpikir atau beranggapan hotel syariah atau halal susah mencari pasar karena terbatas. Tetapi sekarang berpikir justru ke syariah, tidak hanya untuk keuntungan materi tetapi juga keuntungan berkah.

Hotel konvensional misalkan dapat Rp 3 miliar, hotel syariah mungkin tidak sampai Rp 3 miliar per bulan tetapi keberkahan dari pendapatan itu. Kenyamanan dari manajemen, serta kenyamanan dari customer.

Penulis: Hasby
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help