Berita HSU

Kembangkan Jagung Manis dengan Pupuk Hayati di Lahan Rawa Lebak, Petani Tak Perlu Beli Pupuk

Program produksi jagung organik ini dibantu oleh Tim Iptek bagi masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Amuntai.

Kembangkan Jagung Manis dengan Pupuk Hayati di Lahan Rawa Lebak, Petani Tak Perlu Beli Pupuk
Istimewa
Penanaman jagung manis di lahan lebat Desa Pasar Senin, Amuntai Tengah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Meskipun sebagian besar lahan di Kabupaten HSU berupa rawa namun masih ada masyarakat yang memanfaatkan lahan rawa lebak dengan menanam jagung yang menghasilkan jagung berkualitas dan organik.

Program produksi jagung organik ini dibantu oleh Tim Iptek bagi masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Amuntai.

Tim Iptek memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepaada masyarakat. Dua kelompok tani yang diberikan bimbingan adalah Kelompok tani Ingin Maju Desa Pasar Senin dan Kelompok tani Mawar Desa Mawar Sari Kecamatan Amuntai Tengah.

Kegiatan penyuluhan dan pendampingan ini merupakan hibah dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi RI Tahun 2017. Ketua Tim Iptek Mahdianor dibantu oleh dua orang anggota yaitu Nurul Istiqomah dan Purna Kusumayana.

Baca: Viral Video Manajer Persebaya Semprot Oknum Bonek Karena Ganggu Pemain

Baca: Bikin Ngiler, Generasi Baru Rush Jadi Pesaing BR-V, Ini Spesifikasinya

Tujuan penyuluhan dan pendampingan pada dua kelompok tani ini disamping memperkenalkan teknologi budidaya jagung manis dengan menggunakan pupuk hayati juga meningkatkan pendapatan usaha tani petani jagung.

Kegiatan penyuluhan dan sosialisasi ini terbagi menjadi dua tahap yaitu pertama perkenalan teknologi budidaya jagung manis dengan pupuk hayati.

Pada tahap pertama penyuluhan dan sosialisasi mengenai teknologi budidaya jagung manis Varietas Bonanza F1 dengan menggunakan pupuk hayati Ultragen juga dilakukan penghitungan analisis usaha tani jagung yang selama ini sudah mereka lakukan yang ternyata hasilnya cukup menguntungkan.

"Kami juga menyerahkan bantuan benih jagung dan pupuk hayati yang digunakan para petani dan selanjutnya akan dilakukan evaluasi pada penyuluhan tahap kedua," ujar Mahdianor.

Halaman
123
Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help