BanjarmasinPost/

Berita Regional

Waduh! Ada Surat Deposito Senilai Rp 30 Miliar Tercecer di Jalan, Ternyata Ini Faktanya

Kepada Kompas.com, Rose, begitu panggilan akrabnya, menceritakan bahwa kejadian ini berawal saat dia menemukan

Waduh! Ada Surat Deposito Senilai Rp 30 Miliar Tercecer di Jalan, Ternyata Ini Faktanya
kompas.com
Rosnawati menunjukkan surat deposito berjangka senilai Rp 30 miliar beserta surat keterangan keanggotaan Kadin Samarinda serta fotokopi KTP atas nama Haris Susanto yang diduga palsu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATAM – Roswati (36), pemilik restoran khas Bandung yang berada di kawasan Tiban Kuliner Sekupang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), nyaris menjadi korban penipuan dengan modus tercecernya sebuah amplop yang berisikan dokumen berharga.

Kepada Kompas.com, Rose, begitu panggilan akrabnya, menceritakan bahwa kejadian ini berawal saat dia menemukan satu amplop coklat di area parkir restorannya, Jumat (24/11/2017) sekitar pukul 17.45 WIB.

Karena penasaran, Rose langsung membuka amplop tersebut. Sontak dirinya terperanjat begitu mengetahui di dalam amplop itu ada surat deposito berjangka senilai Rp 30 miliar keluaran dari salah satu bank pemerintah.

“Selain surat deposito berjangka, juga ada sertifikat kartu tanda anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Samarinda dan fotokopi KTP atas nama Ir Haris Susanto dengan alamat Jalan Slamet Riyadi No 18 Samarinda, Kalimantan Timur,” kata Rose.

Karena ada tertera nomor ponsel di kartu anggota tersebut, dia langsung mencoba menelepon nomor itu.

Namun, setelah berbicara panjang lebar, tiba-tiba orang di ponsel itu minta dikirimkan uang senilai Rp 30 juta dengan alasan untuk membayar pajak pengambilan surat deposito berjangka tersebut. Setelah itu, Rose akan dikirimkan uang imbalan Rp 75 juta.

“Awalnya saya sempat yakin, tetapi karena mintanya ngotot, saya mulai curiga dan akhirnya saya ke kantor polisi untuk memastikannya. Setelah dicek, ternyata hanya penipuan,” ujar Rose.

Sementara itu, Vice President Area Head Batam/Kepri Bank Mandiri Rully Setiawan mengatakan, surat deposito berjangka tersebut tidak benar.

“Dilihat dari bentuknya saja sudah jelas palsu karena bentuk aslinya tidak seperti yang ditemukan Rose,” ucap Rully.

Rully mengimbau kepada warga Kepri pada umumnya dan khususnya Batam jika menemukan seperti yang dialami Rose bisa langsung melapor ke Bank Mandiri terdekat untuk memastikannya.

“Karena penipuan seperti ini sudah banyak terjadi di daerah luar Batam sana, dan mungkin sekarang jaringan tersebut ingin mencoba di Batam, Kepulauan Riau,” terang Rully.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.COM

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help