Berita HSS

Pekerja Tambang Itu Akhirnya Meninggal Dunia, Petugas Masih Menyelidiki Penyebab Longsor

Kecelakaan kerja yang menelan korban jiwa terjadi di lokasi tambang batu bara di Desa Malutu Kecamatan Padang Batung, Hulu Sungai Selatan (HSS).

Pekerja Tambang Itu Akhirnya Meninggal Dunia, Petugas Masih Menyelidiki Penyebab Longsor
banjarmasinpost.co.id/aprianto
Kecelakaan kerja yang menelan korban jiwa terjadi di lokasi tambang batu bara di Desa Malutu Kecamatan Padang Batung, Hulu Sungai Selatan (HSS).

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Kecelakaan kerja yang menelan korban jiwa terjadi di lokasi tambang batu bara di Desa Malutu Kecamatan Padang Batung, Hulu Sungai Selatan (HSS).

Berdasarkan data yang dihimpun, Minggu, (26/11), kecelakaan kerja ini terjadi di wilayah pertambangan batu bara milik lahan KUD Karya Murni di lokasi blok C.

Peristiwa kecelakaan ini terjadi pada Sabtu, (25/11) pukul 09.00 Wita.

Korban atas nama Herman (30) yang tinggal di Desa Madang Kecamatan Padang Batung.

Baca: Si Penadah Motor Curian Ini Tak Berkutik saat Diamankan, Ini yang Ditemukan Petugas

Sebelum kejadian, korban sedang melaksanakan pengerjaan lahan dengan menggunakan alat excavator PC 200 kuning merk Komatsu.

Saat melakukan pengerukan dinding lokasi batu bara tiba tiba terjadi longsor yang mengakibatkan korban yang berada dalam excavator tertimbun tanah dan kriston.

Baca: Bobby Bergelar Sutan Porang Gunung Baringin Naposo, Sedang Kahiyang Gelarnya Seperti Ini

Sejumlah rekan korban dan dibantu tim evakuasi langsung melakukan pengerukan lokasi excavator dan korban yang tertimbun.

Setelah beberapa saat, korban berhasil ditemukan namun dalam kondisi kritis.

Kemudian korban di larikan ke rumah sakit H Hassan Basry Kandangan.
Nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

Hingga berita ini diturunkan, peristiwa ini masih dalam proses penyelidikan dan penanganan Polres HSS.

Korban sendiri berasal dari Desa Banjarsari Kecamatan Jorong, Tanah Laut.

Korban kemudian disemayamkan di sana.

Kapolres HSS AKBP Rahmat Budi Handoko SIK membenarkan dengan peristiwa itu.

"Ini masih kita dalami, apakah ini human error atau memang faktor alam," katanya, Minggu, (26/11).

Lokasi peristiwa kejadian menurutnya sering turun hujan.

Sehingga pihaknya masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih mendalam terkait peristiwa kecelakaan kerja itu apakah murni karena faktor alam ataukah ada unsur human error.

Penulis: Aprianto
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help