Teater Atap SMAN 2 Kotabaru Raih Dua Piala pada Festival Teater Pelajar Se-Kalsel 2017

Dua piala yang diraih kru Teater Atap SMAN 2 Kotabaru yakni kategori artis terbaik melalui Siti Nurania Misja Irawati dan penyaji terbaik ketiga.

Teater Atap SMAN 2 Kotabaru Raih Dua Piala pada Festival Teater Pelajar Se-Kalsel 2017
istimewa
KRU Teater Atap SMAN 2 Kotabaru tampil penuh penghayatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - VINI vidi vici; saya datang, saya melihat, saya menang. Slogan berbahasa Latin yang digaunkan Julius Caesar –jenderal dan konsul Romawi era 47 sebelum masehi–ini sangat tepat ditujukan pada Teater Atap SMAN 2 Kotabaru.

Meski baru pertama mengikuti event yakni Festival Teater se-Kalsel, tapi mereka sukses menoreh prestasi gemilang.

Setidaknya ada dua piala yang mereka bawa pulang yakni kategori artis terbaik melalui Siti Nurania Misja Irawati dan penyajiterbaik ketiga. Event ini dihelat oleh SMAN 3 Banjarmasin di Taman Budaya Provinsi Kalsel, Banjarmasin, pekan lalu.

Pada festival teater pelajar itu, SMAN 2 Kotabaru membawakan naskah berjudul Senja Dua Kematian. Intinya mengisahkan seorang lelaki yang sudah berusia senja, tapi masih berbuat maksiat seperti berjudi dan minum-minuman keras.

Siti Nurania Misja Irawati, salah satu pemain Teater Atap SMAN 2 Kotabaru, mengatakan naskah Senja Dua Kematian sangat sulit dalam penggarapannya.

"Saat saya membaca naskahnya, ternyata sangat vulgar dan tidak cocok untuk remaja seumuran kami," ucapnya, Minggu (26/11/2017).

Siswa kelas X IPS 2 ini menuturkan sebelumnya dirinya pernah memainkan naskah tentang kehidupan rumah tangga.

"Alur cerita rumah tangganya begitu banyak konflik. Saya juga mendapat peran sebagai Wijasti yang lumayan sulit diperankan. Soalnya, tokoh Wijasti ini lumayan wow dan sangat baru saya tampilkan," bebernya.

Rekannya, Aqsa Alfiandi Nurkahfi memerankan Sumardjo yang culun, lugu, yang merupakan teman kecil Wajasti. "Saya sangat tertantang memerankan si Sumardjo yang lugu. Ini berbeda dengan karakter keseharian saya yang selalu ceria," ucapnya.

Ditambahkan Dery Tri Ramadhani, dirinya pun senang bisa memerankan tokoh antagonis secara baik. "Tidak senangnya, saya memerankan tokoh orang dewasa yang bersikap sombong, dan bengis," jelas siswa kelas XI IPS 2 ini.

Selengkapnya simak di koran Banjarmasin Post edisi, Senin (27/11/2017).

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Idda Royani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved