Berita Banjarbaru

Awas Carminofein Lebih Bahaya dari Carnophen, Terlacak di Banjarbaru, Ini 10 Faktanya

Satresnarkoba Polres Banjarbaru saat ini tengah gencar menyapu peredarannya karena sudah terlacak.

Awas Carminofein Lebih Bahaya dari Carnophen, Terlacak di Banjarbaru, Ini 10 Faktanya
Ist/Polres HSS
Ilustrasi- Barang bukti Carminofein 95 butir yang ditemukan di Hulu Sungai 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Barang lama tapi kini kabarnya mulai kembali muncul, obat daftar G tanpa izin edar alias ilegal, dan disinyalir memiliki efek lebih tinggi dari Carnophen atau Zenith. Ya, Carminofein.

Satresnarkoba Polres Banjarbaru saat ini tengah gencar menyapu peredarannya karena sudah terlacak.

"Carminofein dan Carnophen sebenarnya hanya perbedaan merek dagag. komposisi zat aktifnya sama-sama mengandung carisoprodol. Beda dosis saja. Carminofein lebih bahaya karena dosis corisoprodol lebih tinggi. Ya sudah dipastikan ilegal itu," ucap pakar Farmasi yang juga Ketua Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Liling Triyasmono kepada BPost online, (28/11/2017).

Baca: LIVE STREAMING Martapura FC vs PSIS Semarang - Frans Siapkan Pengganti Angger dan Vandy

Berikut fakta lain soal Carminofein yang dihimpun BPost online dari berbagai sumber :

1. Carminofein merupakan jenis obat daftar G yang juga dicabut izin edarnya sejak 2013 lalu oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

2. Diyakini efek obat ini lebih tinggi dari Carnophen, dan harganya pun juga lebih tinggi.

3. Sejak 2013, Badan POM RI sudah membatalkan izin peredaran obat yang mengandung carisoprodol atau karisprodol.

4. Carisoprodol dapat menimbulkan efek sedatif (kecanduan).

5. Metabolit dari Carisoprodol yaitu Meprobamate merupakan depresan sistem saraf pusat dan digunakan untuk menangani gejala gangguan cemas.

Halaman
12
Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved