Kriminalitas Tanahbumbu

Selain Memperkosa Bertahun-tahun, Pria Bejat Ini Juga Sering Pukul Anak Tirinya

Parahnya itu dilakukan di rumahnya sendiri dan hampir setiap hari. Pelaku selalu melakukan pengancaman tiap melakukannya

Selain Memperkosa Bertahun-tahun, Pria Bejat Ini Juga Sering Pukul Anak Tirinya
BANJARMASINPOST.co.id/man hidayat
Pelaku adalah Sunardi (56) warga Kecamatan Simpangempat Tanahbumbu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Pelaku yang tega melakukan persetubuhan dengan anak tirinya kini sudah menjalani proses hukum di Mapolres Tanahbumbu.

Adalah Sunardi (56) warga Kecamatan Simpangempat Tanahbumbu. Dari hasil pemeriksaan penyidik Polres Tanahbumbu di unit PPA itu, pelaku mengakui menggauli anaknya saat istrinya tertidur.

Parahnya itu dilakukan di rumahnya sendiri dan hampir setiap hari. Pelaku selalu melakukan pengancaman tiap melakukannya.

Hingga saat ini sudah melakukannya berkali-kali terhdap anaknya yang sudah dilakukannya sejak tahun 2014 lalu.

Pasalnya, persetubuhan itu sudah dilakukannya sejak tahun 2014 saat anaknya masih duduk dibangku kelas V sekolah dasar. Sementara ibunya tidak mengetahui hal tersebut dan korban takut melapor.

Hingga akhirnya pada pelaku melakukan untuk terakhir kalinya pada Minggu (12/11/17) lalu, korban lari dari rumah dan menginap di rumah pamannya. Saat itu, korban tidak menceritakan kepada pamannya melainkan menceritakan kejadian itu kepada guru sekolah.

Mendengar hal tersebut, guru pun melaporkannya ke keluarganya. Mengetahui kejadian tersbut, keluarga korban langsung melaporkannya kepihak kepolisian hingga pelaku diringkus pada Senin (20/11/17).

Menurut pengakuan pelaku, dia tergoda kepada anak tirinya. Sebab itu, pelaku nekat menyetubuhi korban dengan mengancam korban dan membuat korban takut.

"Kalau istri sudah tidur, saya langsung ke anak. Saya tergoda dengan dia anak tirinya," kata. Pelaku kepada penyidik Kepala unit PPA Aipda Busman .

Menurutnya, pelaku sudah tidak ingat berapa kali melakukannya karena sudah sering. Sementara menurut korban, pelaku juga sering melakukan pemaksaan hingga ke pemukulan sehingga korban melakukan persetubuhan.

Saat ini pelaku pun dijerat pasal pasal 81 ayat 1 UU no.35 tahun 2014 tentang perubahan UU no.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara. (banjarmasinpost.co.id/Man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help