Berita Banjarmasin

Ibu dan Anak Ini Kesal, Ganti Rugi Tak Kunjung Selesai, Akhirnya Mereka Lakukan Ini

KESAL tuntutan ganti rugi tanah seluas 37 borong atau sekitar 1 hektare di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih Banjarmasin, tak kunjung selesai

Ibu dan Anak Ini Kesal, Ganti Rugi Tak Kunjung Selesai, Akhirnya Mereka Lakukan Ini
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
MASKAMAH dan anaknya Arlian nekad memagari kawasan intalasi pengelolaan lindi (IPL) TPA Basirih, Rabu (29/11/17) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - KESAL tuntutan ganti rugi tanah seluas 37 borong atau sekitar 1 hektare di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih Banjarmasin, tak kunjung selesai, Maskamah dan anaknya Arlian terpaksa nekad memagari kawasan intalasi pengelolaan lindi (IPL) atau kolam limbah di TPA setempat.

Baca: Rampok Tewaskan Perempuan Muda di Tenda Pendulang Emas Kapuas, Ini Kronologi Kejadiannya

"Selama 22 tahun kami merasa dirugikan. Tanah kami sudah dijadikan kolam air limbah TPA Basirih, sementara ganti rugi belum selesai. Jika tanah ini batal dibeli Pemko Banjarmasin, kami minta ganti rugi sebanyak 100 blek beras per tahunnya," kata Arlian, RT 01 warga Tatah Bangkal Muara Handil Palung, Kelurahan Desa Pandan Sari, di lokasi kolam air limbah TP, Rabu (29/11/17) siang.

Baca: Limbah Berwarna Hitam Itu Mengalir ke Persawahan, Warga Basirih Protes Pemko Banjarmasin

Di lokasi kolam air limbah TPA Basirih tersebut, Arlian dan orangtuanya mengambil sikap menutup lahan di kawasan kolam air limbah TPA dengan menggunakan tali rafia, kayu bekas serta kardus yang bertuliskan 'Tanah ini milik ibu Maskamah yang belum dibayar'.

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help