Berita Hulu Sungai Selatan

Kecelakaan Kerja di Tambang Malutu Ditangani Polda Kalsel

Kasat Reskrim Polres HSS AKP Reza Bramantya mengatakan pemeriksaan kecelakaan kerja itu ditangani Polda Kalsel.

Kecelakaan Kerja di Tambang Malutu Ditangani Polda Kalsel
banjarmasinpost.co.id/aprianto
Kecelakaan kerja yang menelan korban jiwa terjadi di lokasi tambang batu bara di Desa Malutu Kecamatan Padang Batung, Hulu Sungai Selatan (HSS).

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Kecelakaan kerja yang menelan korban jiwa terjadi di lokasi tambang batu bara di Desa Malutu Kecamatan Padang Batung, Hulu Sungai Selatan (HSS) telah ditangani pihak Polda Kalsel.

Kasat Reskrim Polres HSS AKP Reza Bramantya mengatakan pemeriksaan kecelakaan kerja itu ditangani Polda Kalsel.

"Kita hanya melakukan pemeriksaan awal saja," katanya, Rabu, (28/11).

Selain itu, ditambahkannya saat pemeriksaan awal juga sudah melibatkan Polda Kalsel. Sehingga untuk penanganannya sekalian Polda Kalsel.

Baca: Pegulat Iran Menghindari Israel, Tiga Negara Ini Juga Pernah Menolak, Indonesia Salah Satunya Lho!

Sekadar diketahui, Kecelakaan kerja terjadi di wilayah pertambangan batu bara milik lahan KUD Karya Murni di lokasi blok C. Peristiwa kecelakaan ini terjadi pada Sabtu, (25/11) pukul 09.00 Wita. Korban atas nama Herman (30) yang tinggal di Desa Madang Kecamatan Padang Batung.

Sebelum kejadian, korban sedang melaksanakan pengerjaan lahan dengan menggunakan alat excavator PC 200 kuning merk Komatsu.

Saat melakukan pengerukan dinding lokasi batu bara tiba tiba terjadi longsor yang mengakibatkan korban yang berada dalam excavator tertimbun tanah dan kriston.

Sejumlah rekan korban dan dibantu tim evakuasi langsung melakukan pengerukan lokasi excavator dan korban yang tertimbun.

Setelah beberapa saat, korban berhasil ditemukan namun dalam kondisi kritis. Kemudian korban di larikan ke rumah sakit H Hassan Basry Kandangan. Nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

Korban sendiri berasal dari Desa Banjarsari Kecamatan Jorong, Tanah Laut. Korban kemudian disemayamkan di sana.

Kapolres HSS AKBP Rahmat Budi Handoko SIK sebelumnya mengatakan pihaknya masih mendalami peristiwa itu apakah human error atau memang faktor alam.

Lokasi peristiwa kejadian menurutnya sering turun hujan. Sehingga pihaknya masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih mendalam terkait peristiwa kecelakaan kerja itu apakah murni karena faktor alam ataukah ada unsur human error. (banjarmasinpost.co.id/rian)

Penulis: Aprianto
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved