Berita Balangan

Mantan Bendahara BNK Balangan Ini di Penjara Selama 1 Tahun 9 Bulan

Adalah AL (28) mantan bendahara pengeluaran Lakhar BNK tahun 2010 yang sekarang merupakan pegawai negeri sipil

Mantan Bendahara BNK Balangan Ini di Penjara Selama 1 Tahun 9 Bulan
BANJARMASINPOST.co.id/muhammad elhami
Kejaksaan Negeri Balangan mengeksekusi terdakwa kasus perkara korupsi AL (28) mantan bendahara pengeluaran Lakhar BNK tahun 2010. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Kejaksaan Negeri Balangan mengeksekusi terdakwa kasus perkara korupsi penggunaan anggaran secara fiktif dalam pertanggungjawaban laporan kegiatan penyuluhan narkotika tahun anggaran 2013 yang dilaksanakan oleh SKPD pelaksana harian BNK Balangan, ke Lapas Amuntai.

Adalah AL (28) mantan bendahara pengeluaran Lakhar BNK tahun 2010 yang sekarang merupakan pegawai negeri sipil (staf BPPPA dan KB Kabupaten Balangan) ini melanggar pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU no 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Kasi Pidsus Kejari Balangan, Hery Wahyudhi, Rabu (29/11/2017) mengatakan, berdasarkan surat perintah pelaksanaan putusan pengadilan Kejaksaan Negeri Balangan nomor : print-82/Q.3.22/Euh.1/11/2017 tanggal 28 Nopember 2017 telah melaksanakan putusan pengadilan Mahkamah Agung Republik Indonesia nomor 341 K/PIDSUS/2015 tanggal 18 Maret 2015.

Dalam amar putusan tersebut AL dinyatakan terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana didakwaan dalam dakwaan subsidair.

Baca: Pegulat Iran Menghindari Israel, Tiga Negara Ini Juga Pernah Menolak, Indonesia Salah Satunya Lho!

"Terdakwa AL dijatuhkan pidana dengan penjara selama 1 tahun 9 bulan dan pidana denda sebesar Rp 50 juta dengan ketentuan apabila pidana desa tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana selama 3 bulan," ujarnya.

Lebih lanjut, dalam amar putusan tersebut juga menetapkan masa penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan, menetapkan terdakwa tetap ditahan dalam rumah tahanan negara, serta membebankan kepada terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp 5.000.

"Terdakwa AL akan dimasukkan ke Lembaga Permasyarakatan Amuntai untuk menjalani pidana penjara," katanya.

Adapun barang bukti korupsinya adalah fotocopy surat pertanggung jawaban (SPJ) kegiatan hari-hari besar nasional (HANI) tahun 2010, antara lain, laporan pertanggung jawaban (SPJ) belanja administratif.

Kemudian laporan pertanggungjawaban bendahara pengeluaran (SPJ) belanja fungsional, dan buku rekapitulasi pengeluaran perincian obyek fasilitasi kegiatan hari-hari besar nasional (HANI) tentang honorarium panitia pelaksana kegiatan.

Penulis: Elhami
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved