BanjarmasinPost/

Berita Tanahlaut

Bawaslu RI Ajak Pelajar Awasi Pilkada Serentak 2018, Termasuk di Tanahlaut

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia melakukan sosialisasi dan tatap muka di Balairung Tuntungpandang,

Bawaslu RI Ajak Pelajar Awasi Pilkada Serentak 2018, Termasuk di Tanahlaut
BANJARMASINPOST.co.id/mukhtar wahid
Sajian tarian daerah Radap Rahayu dari Sanggar Tari Harivi, Kelurahan Angsau, memeriahkan sosialisasi dan tatap muka Bawaslu RI di Balairung Tuntungpandang, Pelaihari, Kamis (30/11/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia melakukan sosialisasi dan tatap muka di Balairung Tuntungpandang, Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut, Kamis (30/11/2017).

Dalam sosialisasi dan tatap muka itu, tiga peserta unjuk tangan bertanya tentang bagaimana sikap pelajar terhadap golongan putih atau sikap tidak memilih.

Pertanyaan lainnya, dilontarkan Ketua FKUB Kabupaten Tanahlaut, Hamdan yang meminta jaminan Bawaslu RI jika warga menyampaikan informasi awal adanya indikasi pelanggaran mendapatkan keamanan.

Pertanyaan ketiga dari kader partai politik yang meminta ketegasan komisioner pengawas agar menindak penggunaan kendaraan dinas dan mobilisasi aparatus sipil negara dalam politik praktis.

Rahmat Bagja, anggota Bawaslu RI yang menanggapi pertanyaan peserta sosialisasi berharap para pelajar punya tanggungjawab dalam memilih peminpin daerah.

"Kalian harus mengetahui visi dan misi calon bupati Tanahlaut dan memviralkan," katanya.

Rahmat juga menegaskan pelajar punya hak dan kewajiban sebagai warga Tanahlaut. Hak pelajar adalah memilih pemimpin dan kewajiban mendapatkan pendidikan dari Pemerintah.

Untuk jaminan keamanan pengadu pelanggaran hukum dalam pemilu, Rahmat menjelaskan pemerintah akan menjamin keamanan pelapor dan saksi.

Erna Kasypiah, anggota Bawaslu Provinsi Kalsel menambahkan pemilih pemimpin daerah itu hukumnya wajib. Itu sesuai dengan fatwa majelis ulama Indonesia.

Tanggungjawab lainnya, peran serta masyarakat di Kabupaten Tanahlaut untuk melakukan pengawasan pelaksanaan pemilihan bupati serentak 2018 serta pemilihan umum legislatif dan Presiden.

Erna menjelaskan Kabupaten Tanahlaut dipilih sebagai lokasi sosialisasi karena tingkat kerawanan berstatus rendah dibanding dua kabupaten lainnya yang tingkat kerawanan berstatus sedang.

Sosialisasi itu dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tanahlaut, Syahrian Nurdin yang membacakan sambutan bupati Tanahlaut. Sebelum acara dibuka dimulai dengan tarian daerah Radap Rahayu dari Sanggar Tari Harivi, Kelurahan Angsau. (BANJARMASINPOST.co.id/mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help