ekonomi dan bisnis

Dinas Koperasi dan UKM Kalsel Dorong Pendekatan Sentra One Village One Product, Ini Maksudnya

Melalui Rakor yang digelar di Hotel Aston, akan disinergikan kembali produk unggulan yang sudah ada bahkan sudah ditetapkan

Dinas Koperasi dan UKM Kalsel Dorong Pendekatan Sentra One Village One Product, Ini Maksudnya
Banjarmasinpost.co.id/hasby
Gustava Yandi Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN — Menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 6 tahun 2007 tentang Percepatan Usaha di sektor riil dan pengembangan usaha mikro kecil menengah melalui pendekatan sentra one village one product (Ovop) melalui koperasi.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalsel, Gustafa Yandi mengatakan, pendekatan satu desa satu produk merupakan pengembangan potensi daerah yang menghasilkan produk dengan kearifan lokal, memiliki kekhasan daerah, berkelas global dengan memanfaatkan sumber daya lokal.

“Kami akui selama ini di Kalsel masih belum sepemahaman apa sebenarnya one villange one produk tersebut. Oleh sebab itulah digelar Rapat Koordinasi produk unggulan daerah dengan mengundang dari Kementerian Koperasi dan UKM,” katanya, Kamis (30/11).

Baca: Sadis, Perampok Serang Tenda Penambang di Kapuas, Bacok Istri Pendulang Emas Hingga Tewas

Dijelaskan Gustafa Yandi, pihaknya berupaya mengembangkan produk atau komoditas unggulan sebagai potensi unggulan di 13 kabupaten/kota di Kalsel.

Melalui Rakor yang digelar di Hotel Aston, akan disinergikan kembali produk unggulan yang sudah ada bahkan sudah ditetapkan melalui peraturan kepala daerah masing-masing dan menginventarisasi terhadap penambahan produk unggulan yang baru dalam menyikapi kebutuhan pasar maupun kualitas untuk meningkatkan daya saing produk UMKM.

“Ternyata sampai hari ini beberapa kabupaten/ kota di Kalsel belum menetapkan one village one product tersebut,” tegasnya.

Baca: Periksa 9 Saksi, TNI Pastikan Serius Tangani Kasus La Gode yang Tewas Mengenaskan di Markas Tentara

Pihaknya sengaja mengundang dari Kementerian Koperasi dan UKM untuk menjelaskan apa sebenarnya one village one product tersebut. Sebenarnya adalah gerakan masyarakat, bukan semata-mata brand atau merk.

Dalam menetapkan one village one product tergantung kekhasan spesifik suatu daerah, potensi apa yang mau dikembangkan.
Trgantung kekhasan spesifik daetah masing-masing apa yg mau dikembangkan.

Hadir dari Kementerian Koperasi dan UKM RI, Asisten Deputi Industri dan Jasa, Victoria Simanungkalit. Hadir pelaku koperasi dan UMKM, kepala SKPD terkait kabupatan/kota di Kalsel. (*)

Penulis: Hasby
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved