Advertorial

Hebat, Tapin Jadi Studi Bawang Merah

HEBAT. Kabupaten Tapin menjadi pusat studi bawang merah di Kalsel. Buktinya berbagai petani dari beberapa kabupaten belajar menanam bawang merah .

Hebat, Tapin Jadi Studi Bawang Merah
ibrahim ashabirin
Pengembangan bawang merah berada di Tapin Selatan dan Bungur, sedangkan cabai berada di Desa Hiyung Kecamatan Tapin Tengah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - HEBAT. Kabupaten Tapin menjadi pusat studi bawang merah di Kalsel. Buktinya berbagai petani dari beberapa kabupaten belajar menanam bawang merah di Tapin.

Seperti petani dari Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Hulu Sungai Tengah (HST). Terbaru pada awal Oktober lalu, Kabupaten Tanahlaut, dinas dan petaninya studi bawang merah di Tapin.

Tidak hanya para petani, berbagai pegiat bawang merah, pengusaha bahkan mahasiswa datang ke Tapin melihat tanaman bawang merah.

Baca: Hadiri Pembukaan Hari Jadi HUT Tapin, Wagub Kalsel Pilih Pundut Nasi

Menurut Bupati Tapin HM Arifin Arpan, Tapin jadi studi bawang merah berbagai petani kabupaten lain, ini adalah efek ganda dari pertanian bawang merah Tapin. Menurut Wagimin, dari Kalteng, Kaltim juga pernah datang belajar bawang merah di Tapin.

Satu petani bawang merah di Tapin, Karlis mengatakan menanam bawang merah memang menguntungkan, karena itu sejak 2013 hingga saat ini, dirinya selalu menanam bawang merah.

Di samping itu pertanian bawang merah ini menyedot tenaga kerja, baik saat menanam maupun panen.

Menurut Karlis kalau ingin sukses menanam bawang merah, harus banyak belajar sebelum mencobanya, sebab menanam bawang merah itu bagaiman memelihara bayi, perlu perawatan.

Baca: Kado Hari Jadi yang Membanggakan, Bawang Merah Tapin Go Internasional

Menurut Sekretaris Dinas Pertanian Tapin Wagimin, pemerintah pusat sangat mendukung pertanian bawang merah Tapin, karena Indonesia masing sering kekurangan bawang merah pada bulan-bulan tertentu.(*)

Sebaran Tanaman Bawang Merah Tapin 2017
1. Tapin Selatan : 57 haktare
2. Bungur : 60 hektare
3. Bakarangan : 43 hektare
4. Piani : 55 hektare
5. Salambabaris : 35 hektare
6. Hatungun : 70 hektare
7. Binuang : 25 hektare
8. Tapin Utara : 15 hektare
Sumber: Dinas Pertanian Tapin 2017

Penulis: Ibrahim Ashabirin
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help