Setya Novanto Ungkap Keinginan Mundur dari Ketua DPR

Setya Novanto, ketua umum Partai Golkar dan Ketua DPR RI sempat berbincang dengan orang dekat di Golkar

Setya Novanto Ungkap Keinginan Mundur dari Ketua DPR
KOMPAS.com
Tersangka kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto berada di mobil tahan KPK seusai menjalani pemeriksaan di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (21/11/2017). Kedatangan Setya Novanto ke KPK untuk menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus korupsi proyek e-KTP. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Setya Novanto, ketua umum Partai Golkar dan Ketua DPR RI sempat berbincang dengan orang dekat di Golkar ketika berbincang di tahanan KPK untuk mundur dari ketua DPR.

“Kemarin saya mendapat info dari kader Golkar yang tidak bisa saya sebut namanya membicarakan soal keinginan mundur dari dari ketua DPR,” kata Ketua DPD Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur, Melki Lakalena, saat menjelaskan tentang perkembangan terakhir soal Setnov panggilan akrab Setya Novanto saat hadir di diskusi bertema Kursi Kosong Ketua DPR di Gedung DPR, Kamis (30/11).

Saat itu dia didampingi Sekretaris Fraksi PAN DPR Yandri Susanto dan Anggota Fraksi PPP DPR Achmad Baedowi serta Pengamat Hukum Tata Negara Margarito Kamis.

Kini di Golkar sendiri ada dua kelompok, satunya menghormati hasil rapat pleno yang salah satunya menunggu keputusan pra peradilan yang sekarang diajukan oleh pihak Setnov untuk pergantian ketua DPR atau pergantian ketua umum partai ini.

Baca: Rumah DP 0 Rupiah Dibangun di Pulogadung dan Pondok Kelapa, Ini Perkiraan Besar Cicilannya

Baca: Agama Bondan Winarno Bikin Penasaran Warganet, Padahal Sudah Dijawab Tujuh Tahun Lalu T

Baca: Jadwal Siaran Langsung Tsunami Cup : Indonesia vs Brunei Darussalam, Rintangan Pertama Timnas

Juga, ada kelompok mengupayakan untuk diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).

“Hari ini ada 14 DPD bertemu Presiden Jokowi tetapi saya tidak ikut karena menjaga menghormati hasil rapat pleno menunggu keputusan pra peradilan,” ujar Melki.

Sedangkan dari Fraksi PAN Yandri menyarankan agar Setnov mundur dari jabatan ketua DPR karena ini menyangkut nama lembaga.

Halaman
123
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved