Berita Banjarmasin

Hebat, Dosen ULM Bikin Penggosok Batu Bertenaga Surya, Ini Fungsi dan Kelebihannya

Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) berhasil membuat mesin penggosok batu mulai bertenaga surya.

Hebat, Dosen ULM Bikin Penggosok Batu Bertenaga Surya, Ini Fungsi dan Kelebihannya

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dosen Universitas Lambung Mangkurat (ULM) makin inovatif. Ide tak hanya dipendam atau dituangkan dalam karya tulis. Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) berhasil membuat mesin penggosok batu mulai bertenaga surya.

Ini bermula dari kerja sama antara FMIPA dan sejumlah perajin batu mulia di Martapura sejak 2010. Para dosen berusaha mengembangkan peralatan perajin dan produknya.

Salah satu yang dikembangkan adalah mesin penggosok. Setelah melalui berbagai tahapan sekitar dua bulan, Totok Wianto yang ahli di bidang fisika material, Sri Cahyo Wahyono bidang geofisika, Ori Minarto bidang instrumentasi dan Liling Triyasmono ahli pengolahan bahan berbahaya berhasil membuat mesin faceting (penggosok) portabel. Mesin ini mudah dipindah-pindah.

Baca: Penderita Menyesal Pernah Sering Jajan, Ini Tiga Daerah Tertinggi Penderita AIDS di Kalsel

Agar tidak ketergantungan dengan aliran listrik, mesin ini menggunakan tenaga surya. Dengan demikian penggosok batu permata bisa lebih mudah mendatangi pasar atau pembeli.

“Telah selesai dibuat dan diuji coba. Kemampuannya sama dengan mesin faceting yang digunakan saat ini,” ucap Totok.

Peralatan ini dibuat Totok dan kawan-kawan setelah mendengar banyaknya keluhan dari perajin batu mulia di Martapura dan Banjarbaru.

Pertama mereka mengeluhkan semakin besarnya biaya listrik. Padahal hasil yang didapatkan mengalami penurunan. Ini seiring meredupnya usaha batu mulia sekelas akik. Nakun untuk batu mulia sekelas intan tetap bertahan.

Baca: Edison Wardhana, Stuntman Demian di Aksi Death Drop SCTV Awards 2017 Paru-parunya Dipotong

Tim pun merasa perajin perlu mesin yang tak menggunakan listrik dari PLN. Dari hasil uji coba, mesin bikinan dosen FMIPA ULM menghasilkan tenaga dan kualitas produk yang sama.

Untuk membikinnya ternyata tidak memerlukan modal yang besar. Totok mengatakan mereka cuma mengeluarkan uang sekitar Rp 1,5 juta.

Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ULM, tim FMIPA akan mengajukan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) ke Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. “Yang akan dipatenkan adalah sistem otomatisasinya,” ujar Totok.

Diharapkannya, mesin ini dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi perajin batu mulai dan ULM. (kur)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help