Berita Banjarmasin

Maulid Nabi 2017: Tradisi Baayun Maulid, dari Bayi hingga Lansia Diayun di Halaman Masjid

Baayun maulid, demikian nama tradisi yang dilakukan tiap tanggal 12 Rabiul Awal dan sudah dilangsungkan masyarakat Banjar

Maulid Nabi 2017: Tradisi Baayun Maulid, dari Bayi hingga Lansia Diayun di Halaman Masjid
yayu fathilal
Warga Kota Banjarmasin memenuhi halaman Masjid Jami Nurul Amilin, Jalan Kelayan Kecil RT 15 RW 04, Kelurahan Kelayan Timur, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (1/12/2017) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Maulid Nabi Muhammad atau Kelahiran Nabi Muhammad SAW dimaknai dengan ragam cara.

Di Kalimantan Selatan, khususnya di Kota Banjarmasin ada salah satu tradisi unik yang selalu digelar tiap tahunnya untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Baayun maulid, demikian nama tradisi yang dilakukan tiap tanggal 12 Rabiul Awal dan sudah dilangsungkan masyarakat Banjar sejak era Kerajaan Banjar tersebut.

Baca: Baayun Maulid Siang ini di Masjid Jami Nurul Amilin Banjarmasin Bakal Dihadiri Tokoh Ini

Baca: Heboh, Baayun Maulid di Kelayan, Ternyata Peserta Lebih 491 Orang

Di Banjarmasin, baayun maulid biasa digelar di halaman masjid.

Baayun Maulid di Masjid Jami Nurul Amilin, Jalan Haur Kuning, Kelayan B, Kota Banjarmasin.
Baayun Maulid di Masjid Jami Nurul Amilin, Jalan Haur Kuning, Kelayan B, Kota Banjarmasin. (Isti Rohayanti)

Baayun Maulid 2017 digelar di Masjid Jami Nurul Amilin, Jalan Haur Kuning, Kelayan B, Banjarmasin.

Baayun maulid dilakukan dengan mengayun anak atau bayi sambil membacakan salawat Nabi Muhammad SAW.

Sesuai dengan kalimat yang membentuknya, yakni baayun yang artinya mengayun ayunan dan maulid Nabi Muhammad SAW.

Baayun Maulid pernah pula dilaksanakan di Masjid Sultan Suriansyah, masjid tertua di Kalimantan Selatan pada 2015 lalu.

Halaman
12
Penulis: Rahmadhani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved