Hari AIDS Sedunia

News Analysis dr Vinna Dwiana Savitri: Berpegangan Tangan Tak Tularkan AIDS

Tindakan medis kepada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) hampir sama standar operasional dengan pasien umum lainnya.

News Analysis dr Vinna Dwiana Savitri: Berpegangan Tangan Tak Tularkan AIDS
Harian Banjarmasin Post Edisi Sabtu (1/12/2017) Halaman 1 

BANJARMASIPOST.CO.ID - TINDAKAN medis kepada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) hampir sama standar operasional dengan pasien umum lainnya. Misalnya, supaya tidak menular, penerapan SOP paramedis harus menggunakan sarung tangan.

Sebenarnya, terpenting jangan memegang cairan yang terbuka termasuk darah. Alat suntik pun dibuang sekali pakai dan ditaruh di tempat yang sudah disediakan untuk kemudian dibakar.

Adapun untuk alat lain semisal gunting, jangan langsung dicuci tapi direndam dengan larutan klorin. Tujuannya dicuci biasa dan sterilkan.

Awalnya untuk ODHA SOP ini namun kini sudah diterapkan hampir semua pasien dengan penyakit lainnya, yang memerlukan alat gunting.

Sedangkan untuk ruangan, pasien ODHA ada ruangan khusus yakni ruangan pemeriksaan di Poli Voluntary Conseling Test (VCT).

Ruangan itu sekilas sama dengan poli lainnya, hanya ada dua pintu untuk pasien pintu masuk dan pintu keluar yang berbeda dan tidak jadi satu.

VCT adalah proses konseling pratesting, konseling post testing dan testing HIV secara sukarela yang bersifat confidential dan secara lebih dini membantu orang mengetahui status HIV. Dalam tahapan VCT, konseling dilakukan dua kali yaitu sebelum dan sesudah tes HIV. Pada tahap prekonseling dilakukan pemberian informasi tentang HIV dan AIDS, cara penularan, cara pencegahan dan periode jendela.

Kemudian konselor melakukan penilaian klinis. Pada saat ini klien harus jujur menceritakan kegiatan yang berisiko HIV/AIDS seperti aktivitas seksual terakhir, menggunakan narkoba suntik, pernah menerima produk darah atau organ dan sebagainya.

Jika seseorang baru datang, status immun rendah harus dites tidak ambil darahnya. Harus melewati VCT atau wawancara melalui Poli VCT. Pasien, diberikan wawancara lebih dulu. Lalu disodorkan lembar inform concert atau lembar persetujuan untuk setuju diambil darahnya guna dites ada virus HIV atau tidak. Darah kemudian dibawa dan dirujuk ke lab.

Hasilnya, darahnya dimasukkan di amplop dan dikirim ke konselor. Jika hasilnya reaktif, kalau ada maka disiapkan menerima obat. Pasien kemudian akan setiap bulan mengambil obat di Poli VCT.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help