Program Rumah Bersubsidi

Ada Kongkolikong Kredit Rumah Bersubsidi, Ilham Menolak Ditawari Beli Atas Nama Orang Miskin

Sempat ditolak bank karena alasan tidak memenuhi kriteria penerima KPR bersubsidi, Ilham mengaku ditawari untuk membeli rumah bersubsidi.

Ada Kongkolikong Kredit Rumah Bersubsidi, Ilham Menolak Ditawari Beli Atas Nama Orang Miskin
Harian Banjarmasin Post Edisi Sabtu (2/12/2107) Halaman 1 

Saat ini dia masih dalam proses menjual rumah warisan itu, membagi uang hasil penjualan, dan dia kembali akan mencoba ajukan KPR bersubsidi.

Baca: Karina Terhenti di 25 Besar Miss Supranational 2017, Pemenangnya Miss Korea Pernah Kerja di Monas?

Ilham berharap standar harga rumah bersubsidi yang ditetapkan pemerintah tidak akan naik dalam waktu dekat. “Kalau diperhatikan setiap tahun harga rumah subsidi naik, saya harap tahun 2018 harga belum dinaikkan karena tentu akan lebih berat,” ucapnya.

Berdasar Permen PUPR No. 26/PRT/M/2016, kelompok sasaran penerima KPR bersubsidi harus memenuhi persyaratan di antaranya memiliki KTP, belum memiliki rumah, belum pernah menerima subsidi dari pemerintah, punya NPWP dan SPT, berpenghasilan maksimal Rp 4 juta per bulan untuk rumah tapak dan Rp 7 juta per bulan untuk rumah susun.

Dalam peraturan itu juga mengatur bahwa rumah KPR bersubsidi tidak boleh disewakan atau dialihkan kepemilikannya kecuali telah dihuni lebih dari 5 tahun bagi rumah tapak dan 20 tahun bagi rumah susun.

Sementara bagi para pengembang, harus memenuhi ketentuan yang berlaku seperti tersedianya listrik dan air, dan kualitas bangunan memadai. (acm/has)

Baca lebih lengkap di Harian Banjarmasin Post Edisi Sabtu (2/12/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved