Ekonomi dan Bisnis

Investasi Bodong Diperkirakan Masih Tetap Marak di 2018, Ini Penyebabnya

Lukas Setia Atmaja, Financial Expert Universitas Prasetya Mulya mengatakan, permintaan dan penawaran terhadap investasi ilegal sama-sama tinggi.

Investasi Bodong Diperkirakan Masih Tetap Marak di 2018, Ini Penyebabnya
tribunnews.com
Ilustrasi 

2018, Praktik Investasi Ilegal Diperkirakan Masih Marak

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Walaupun sudah puluhan perusahaan yang ditutup oleh Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), praktik investasi ilegal diperkirakan masih akan marak di tahun depan.

Lukas Setia Atmaja, Financial Expert Universitas Prasetya Mulya mengatakan, permintaan dan penawaran terhadap investasi ilegal sama-sama tinggi. Hal itu berakibat pada potensi maraknya jenis investasi tersebut dalam beberapa waktu ke depan.

"Masih banyak perusahaan yang menawarkan investasi bodong dan di sisi lain masyarakat yang berminat juga banyak," sebut dia seperti dilansir Kontan Kamis (30/11/2017).

Dia menyebutkan, kemajuan teknologi berdampak signifikan terhadap maraknya praktik investasi ilegal. Hal itu membuat entitas dapat menyebarkan informasi investasi ilegal yang dilakukannya dengan mudah, seperti melalui media sosial.

Baca: Bankir Optimistis Tahun 2018, Simak Kesimpulan OJK

Selain itu, ia berpendapat sistem hukum di Indonesia belum cukup kuat untuk membuat jera para pelaku praktik investasi ilegal. " Investasi bodong itu jenisnya macam-macam, sedangkan regulasi kita belum tentu bisa meng-cover seluruh jenis investasi tersebut," katanya.

Sementara dari sisi masyarakat, Lukas menilai ada dua tipe masyarakat yang menjadi korban praktik investasi ilegal.

Pertama adalah masyarakat yang memang memiliki kekurangan dalam hal literasi di bidang investasi.

Adapun tipe kedua adalah masyarakat yang sebenarnya mengetahui indikasi investasi ilegal, namun tetap sengaja ikut dalam investasi tersebut.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved