Berita HSU

Stok 29 Ton Beras Tersedia di Lumbung Pangan, Begin Cara Dinas Menjaga Kualitas Gabah Setiap Tahun

Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) memiliki lumbung padi yang terletak di Kecamatan Banjang tak jauh dari Kantor Camat.

Stok 29 Ton Beras Tersedia di Lumbung Pangan, Begin Cara Dinas Menjaga Kualitas Gabah Setiap Tahun
banjarmasinpost.co.id/ibrahim ashabirin
Ilustrasi - Petani di Tapin resah dan gelisah sebab hasil panen mereka berupa padi sepi dari membeli, bahkan hampir tidak ada yang membeli. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) memiliki lumbung padi yang terletak di Kecamatan Banjang tak jauh dari Kantor Camat.

Lumbung pangan tersebut untuk memenuhi kebutuhan pangan saat dibutuhkan warga dalam kondisi tertentu.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Fakhruddin mengatakan setiap tahun pihaknya menyediakan pangan dalam bentuk gabah yang disimpan di lumbung pangan.

Pada tahun 2017 Dinas Ketahanan Pangan mempersiapkan gabah seberat 29 ton dalam beberapa kali pengadaan. Program yang menggunakan dana daerah ini dapat digunakan saat terjadi musibah sesuai ketentuan bekerjasama dengan Dinas Sosial dan BPBD.

"Jika stok lumbung pangan masih tersisa akan digunakan kembali pada tahun berikutnya," ujarnya.

Baca: Ketika Ratusan Penduduk Dievakuasi, Para Turis Malah Asyik Berfoto di Depan Letusan Gunung Agung

Baca: Live Streaming Arsenal vs Manchester United : Menguji Keangkeran Emirates Stadium!

Baca: LIVE STREAMING RCTI Tsunami Cup 2017 Indonesia Vs Brunei, Pemain ini Siap Berikan Hiburan Terbaik

Lalu bagaimana agar gabah yang diberikan kepada warga selalu dalam keadaan baik? Dinas Ketahanan Pangan bekerjasama dengan petani atau pihak ketiga yang sekaligus sebagai penyedia barang dan secara berkala gabah yang disimpan di lumbung pangan akan diganti.

Lumbung pangan yang ada di pusat Kecamata banjang biasanya juga digunakan oleh warga untuk menyimpan sementara gabah milik mereka. Pasalnya sebagian desa di Kecamatan Banjang rutin setiap tahun terkena banjir sehingga jika gabah disimpan dirumah akan basah dan busuk.

Hal ini jelas membantu warga sekitar untuk mengamankan gabah milik mereka. Saat masyarakat terkena banjir parah korban banjir juga mendapatkan bantuan beras dari lumbung pangan kabupaten. (*)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved