Berita Tabalong

Memecah Motif, Mengombinasi Warna Pesona Sasirangan Dayak Deah Liyu

SASIRANGAN merupakan menjadi kain khas Kalimantan Selatan khususnya suku Banjar. Secara historis sasirangan dikenal sebagai kain sakral

Memecah Motif, Mengombinasi Warna Pesona Sasirangan Dayak Deah Liyu
istimewa/YABN
Menurut kisah urang bahari, warna yang digunakan pada kain sasirangan dapat menjadi obat berbagai penyakit. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - SASIRANGAN merupakan menjadi kain khas Kalimantan Selatan khususnya suku Banjar. Secara historis sasirangan dikenal sebagai kain sakral yang digunakan oleh leluhur di masa silam untuk alat tatamba (pengobatan).

Menurut kisah urang bahari, warna yang digunakan pada kain sasirangan dapat menjadi obat berbagai penyakit.

Kala itu, kain warna merah dipercaya dapat menghilangkan sakit kepala bila digunakan sebagai laung (ikat kepala), sedangkan warna kuning menjadi obat terkena wisa (racun), dan warna lain memiliki fungsi berbeda.

Seiring kemajuan zaman, penggunaan sasirangan tidak hanya dipakai sebagai pengobatan atau dalam acara sakral. Fungsi kain sasirangan kini telah bertambah menjadi pakaian resmi yang sering digunakan sebagai pakaian formal dan tidak sedikit yang menjadikannya sebagai pakaian sehari-hari.

Baca: Hebat! Enam Bulan Berhenti Merokok, Pria Ini Langsung Beli IPhone

Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) sebagai sebuah yayasan korporasi, memiliki kepedulian mengembangkan potensi-potensi yang ada di masyarakat, terutama yang berada di wilayah operasional PT Adaro Indonesia. Desa Liyu adalah salah satu desa yang menjadi binaan YABN.

Bermitra dengan Lembaga Adat Dayak Desa Liyu, YABN memfasilitasi kegiatan-kegiatan pengembangan potensi desa dalam Program Penguatan Masyarakat Adat, bagi desa yang mayoritas penduduknya berasal dari suku Dayak Deah itu.

proses pencelupan sasirangan
proses pencelupan sasirangan (istimewa/YABN)

Dalam Sub-Program Pengembangan Sosio Ekonomi Masyarakat Adat Berbasis Potensi Lokal, pelatihan membikin sasirangan menjadi kegiatan yang difokuskan sejak dua tahun terakhir bagi kelompok pengerajin sasirangan di Desa Liyu. Kelompok pengerajin sasirangan itu berupa komunitas warga desa yang berada di bawah naungan Lembaga Adat Dayak Desa Liyu.

Baca: Tenaga Kebersihan Disdagsar Resah Gara-gara Gaji Pokok Dipotong karena Dituding Tak Kerja

Pelatihan lanjutan yang dilaksanakan pada awal beberapa waktu silam dengan tema “Pemecahan Pola Motif Pada Kain Sasirangan”, diberikan sebagai upaya untuk meningkatkan sosio ekonomi masyarakat lokal agar mandiri terutama pada saat pascatambang PT Adaro Indonesia.

Halaman
123
Penulis: Dony Usman
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved