BanjarmasinPost/

Kuliner

Bingung Juga! Kok Teh Indonesia Kalah Terkenal di Dunia daripada Kopinya, Padahal

Teh Indonesia hanya menjadi bahan campuran beberapa teh kualitas menengah di dunia.

Bingung Juga! Kok Teh Indonesia Kalah Terkenal di Dunia daripada Kopinya, Padahal
kompas.com
Pengelola UKM menunjukkan teh tradisional asal Kemuning yang sudah dikemas dan siap dijual di Festival Teh di Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Minggu (12/11/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Jika kopi indonesia begitu terkenal di dunia, seperti arabika dari Toraja, robusta dari Lampung, hal tersebut bertolak belakang dengan teh Indonesia.

Teh Indonesia hanya menjadi bahan campuran beberapa teh kualitas menengah di dunia. Padahal daerah produksi teh di Indonesia membentang mulai dari Sumatera Utara, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.

Belanda juga mewariskan kebun-kebun teh terbaiknya di Indonesia. Seperti Malabar di Jawa Barat, dan Pagilaran di Jawa Tengah.

Baca: Hari Ini, Fit and Proper Test Calon Panglima TNI, Catat Jamnya!

Baca: Jadwal SIARAN LANGSUNG Liga Champions Grup H, Real Madrid Vs Dortmund

Menurut Bambang Larensolo, seorang praktisi teh, yang juga seorang Tea Sommelier, kini teh Indonesia masih dalam tahap pengajuan-pengajuan identitas geografis.

Jadi dari berbagai daerah penghasil teh, masih mengategorikan ciri khasnya dibanding kebun daerah lain, untuk jadi identitas.

“Orang baru mulai berpikir untuk pakai geografic identical. Tapi masalahnya teh Indonesia beda tipis karakternya dari masing-masing daerah. Walaupun ada juga jenis yang memiliki perbedaan yang signifikan,” katanya kepada KompasTravel di sela acara SIAL Interfood Kamis (23/11/2017).


Petani Kebun Teh Kertowono tengah memetik pucuk daun teh pada suatu pagi, Senin (10/5/2017). Perkebunan Teh Kertowono berdiri sejak tahun 1910.(KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO)

Menurut Bambang hal ini terjadi karena hampir semua kebun teh kini mengembangkan bibit yang sama. Yaitu dari daerah Gambung, Jawa Barat.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help