BanjarmasinPost/

Politik Nasional

Kritikan Mahfud MD Bikin Ustadz Felix Siauw Terdiam, Ini Kalimat Skat Matnya Tentang Khilafah

Kritikan Mahfud MD Bikin Ustadz Felix Siaw Terdiam, Khilafah Sebagai Sistem Pemerintahan Bertentangan dengan Pancasila

Kritikan Mahfud MD Bikin Ustadz Felix Siauw Terdiam, Ini Kalimat Skat Matnya Tentang Khilafah
internet
Ustads Felix Siauw 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Mantan Ketua Mahkamah Konsitutis (MK) Mahfud MD memberikan komentar terkait pernyataan-pernyataan Abu Janda, Ustad Felix Siauw dan Egi Sujana yang hadir di program televisi TV One.

Progam televisi Indonesia Lawyers Club (ILC) di TV One, tayang Selasa (4/12/2017) malam.

Saa itu, program televisi itu mengangkat tema ‘Perlukah Reuni 212'.

Mahfud MD yang juga pernah menjabat menteri pertahanan di masa kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Khusus untuk Ustadz Felix Siaw, pakar hukum tata negara bergelar profesor ini mengkritisi Ustadz Felix Siaw tentang Khilafah dan Ideologi Khilafah.

Baca: Viral di YouTube! Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD Kritik Abu Janda di Acara ILC

Baca: Sosok Misterius Berjubah Hijau Depan Kabah Ini Jadi Viral, Ada yang Menyebutkan sebagai Nabi Khidir

Baca: Ada Harga Spesial bagi yang Ingin Nginap di Pop Hotel, Tapi Ini Syaratnya

Baca: Hasil Babak Pertama, Tsunami Cup 2017 - Timnas Indonesia vs Kirgistan : Kirgistan Unggul 0-1

Dalam hal ini Mahfud MD mengatakan bahwa ia tidak sependapat dengan Ustaz Felix Siauw terkait soal khilafah.

Sebelumnya Ustad Felix mengatakan bahwa khilafah itu adalah keniscayaan.

Hal tersebut menurut Mahfud MD hanyalah sejarah.

Menurut Mahfud MD, mengartikan khilafah sebagai pemimpin bukanlah hal yang bermasalah, namun apabila mengatakan khilafah adalah sistem pemerintahan, seperti yang dipercaya HTI, maka hal tersebut sangat bertentangan dengan Pancasila.

"Kalau khilafah sebagai sebutan pemimpin, maka tidak apa-apa, tetapi jika khilafah sebagai sebuah gerakan ideologi yang menentang sebuah sistem yang sudah disepakati, yakni Pancasila, maka hal tersebut benar-benar dilarang," ucapnya.

Ia juga menerangkan bahwa oleh orang-orang HTI, khilafah diartikan sebagai suatu ideologi, yang menentang demokrasi, tidak menganggap negara kebangsaan, maunya transnasional (satu negera Islam yang terdiri dari beberapa negara).

Menurut Mahfud MD hal tersebut sangat berbahaya bagi kehidupan berbangsa di Indonesia.

Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help